Pengudusan Emosi

2016-01-13 06:23:08

Resensi Buku Perpustakaan GRII Cikarang
Judul buku    : PENGUDUSAN  EMOSI
Penulis     : Stephen Tong
Penerbit   : Momentum
Tahun Terbit   : 2007
Jumlah Halaman   : 397 halaman

Salah satu pekerjaan Roh Kudus yang terpenting, selain membawa kita kepada pengenalan akan Allah, melahir-barukan kita, dan bersaksi dalam hati kita bahwa kita anak-anak Allah, adalah memimpin dan menguduskan hidup kita dalam seluruh perjalanan mengikut Tuhan. Pengudusan ini mencakup ketiga aspek dasar pembentukan pribadi kita yang paling dasar, yaitu pikiran, emosi dan kemauan. “Jikalau pikiran kita di penuhi oleh Firman, maka emosi kita diselaraskan dengan emosi Tuhan (Mencintai yang dicintai Tuhan, membenci yang dibenci Tuhan), dan kemauan kita dipimpin oleh kehendak dan rencana Tuhan, maka kita berjalan di dalam pimpinan Roh Kudus. Inilah kehidupan Kristen yang diajarkan dan dituntut oleh Teologi Reformed.


Buku ini membahas pengudusan emosi orang Kristen. Walaupun merupakan karunia Tuhan yang baik, sejak jatuh ke dalam dosa, emosi manusia tidaklah netral. Kita bisa didorong pada hidup yang diperkenan Tuhan atau hidup yang berdosa, karena emosi mengendalikan kelakukan kita. Hal ini tergantung siapa yang mengendalikan emosi kita, entah Tuhan atau Iblis? Itulah sebabnya emosi kita harus dipimpin dan dikuduskan oleh Roh Kudus. Pengudusan emosi ini sangat krusial karena secara pasti akan mengakibatkan kesuksesan atau kegagalan hidup kita sebagai seorang Kristen.


Buku ini berisi kumpulan Khotbah Pdt. Stephen Tong yang terdiri dari 13 khotbah mingguan yang membahas tentang pengusan emosi yang terdiri dari : Dukacita yang kudus, sukacita yang kudus, kemarahan dalam kesucian, ketakutan yang benar, kekuatiran orang Kristen, Iri hati, keinginan orang Kristen, simpati sejati, kecemburuan Ilahi, kerohanian dan luka hati, frustasi dan putus asa, kebencian yang kudus dan kasih yang sempurna.


Membaca buku yang sangat baik ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan wawasan, namun dengan membaca buku ini juga dapat memulihkan emosi kita yang belum dikuduskan sehingga hidup kita makin berkenan kepada Tuhan.