Warisan John Calvin: Pengaruhnya di Dunia Modern

2016-01-13 06:19:09

Judul buku    : Warisan John Calvin: Pengaruhnya di Dunia Modern
Penulis    : David W. Hall
Penerbit   : Momentum
Tahun Terbit   : 2008
Jumlah Halaman   : 123 halaman

Pada zamam pertengahan, negara-negara Eropa bukanlah negara yang superior. Mereka mengalami zaman gelap atau Dark Age, zaman dimana Gereja Katholik Roma berkuasa. Gereja Roma Katholik melarang semua bentuk ilmu pengetahuan dan eksperimen untuk menemukan suatu teknologi baru, alhasil Eropa tidak berkembang. Kerajaan Ottoman di Turki dan Kekaisaran Cinalah yang berkembang pesat dan lebih superior daripada Eropa. Lalu apa yang membuat negara-negara Eropa menjadi superior seperti sekarang? Ada tiga peristiwa penting yang menentukan masa depan Eropa: Renaissance, Reformasi, dan Zaman Pencerahan.


Dari ketiga peristiwa penting ini, hanya Reformasi yang menentang Gereja Katholik Roma; mulai dari doktrin yang keliru sampai sistem pemerintahan yang terpusat pada badan gereja.  Tentu para reformator mengemban pekerjaan yang sangat sulit dan berbahaya, karena mereka menentang doktrin Gereja Katholik Roma yang sudah dianggap sebagai satu-satunya kebenaran di Eropa selama lebih dari seribu tahun. Inilah mengapa Reformasi menjadi peristiwa yang signifikan dalam proses kebangkitan negara-negara Eropa.


Buku ini mengulas bagaimana Reformasi Jenewa, yang dimotori oleh John Calvin, dapat mempengaruhi dunia modern saat ini; mulai dari konsep kebebasan, hak asasi manusia, sistem politik, ekonomi, etos kerja, dan pendidikan. Setidaknya ada sepuluh segi dari kultur modern yang menjadi berbeda karena Calvin dan Reformasi Jenewa. Buku ini juga akan membahas secara singkat kehidupan John Calvin dan penghargaan-penghargaan John Calvin dari berbagai denominasi gereja.


Selain memberikan kita pengetahuan yang sangat bernilai, buku ini juga mengajak kita untuk bersyukur kepada Tuhan atas karya Calvin yang mempengaruhi dunia modern ini. Calvin juga adalah reformator yang patut diteladani keberaniannya dan tentu saja kebergantungannya kepada Tuhan. Dengan membaca buku ini, kita akan mengapresiasi dengan lebih baik seruan C. S. Lewis untuk memahami “Kesengsaraan, keberanian, dan kemodernan Calvinisme.”