Ketaatan Sara

2016-01-17 - Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th

1 Petrus 3 : 6

Kita akan sama-sama kembali mendengarkan kotbah ekposisi 1 Petrus 3: 6. Pembahasan minggu ini berkaitan dengan ketaatan, khususnya yang akan dilihat adalah ketaatan Sara. Kita akan melihat bagaimana Sara bisa dipuji oleh Alkitab sehingga ka-rena ketaatannya namanya diubah dari Sarai menjadi Sara. 1 Petrus 3 : 6 bersama-sama. 6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.  Ibrani 11 : 11. 11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

Pendahuluan.
Suami jikalau memiliki istri yang taat, takut akan Tuhan, sungguh-sungguh mengutamakan Tuhan, pasti suami itu bahagia. Suami bisa mengalami ketidakba-hagiaan karena istri yang tidak taat, suka merongrong, suka memberontak dan suka melawan, padahal Al-kitab berkata istri yang terpandang dipandang di dalam Alkitab harus menjalankan karakter istri yang taat. Dan hari ini kita akan belajar dari ketaatan Sara, dan bagaimana Tuhan membentuk, menguji nilai jati diri Sara yang sungguh-sungguh dipersiapkan menjadi ibu yang memiliki keteladanan untuk banyak orang & bagi bangsa-bangsa. Apa itu istri yang taat?

1. Istri yang taat adalah istri yang mengikuti iman suami seperti Sara. Abraham sudah memiliki kekayaan di Ur Kasdim, dan pasti dia memiliki kehidupan yang sangat memadai untuk dinikmati pada saat itu. Tapi kita melihat akhirnya Sara rela meninggalkan seluruh kekayaan demi pimpinan Tuhan untuk suaminya, Abraham. Dia taat bukan hanya karena cinta kepada Abraham, dia taat ka-rena dia mengasihi dan taat pada Tuhan.

2. Istri yang taat adalah istri yang menuruti perintah suami seperti Sara kepada Abraham. Tidak mudah untuk seorang istri meninggalkan keluarganya, kemudian harus mengatur sesuatu untuk pergi ke suatu negeri yang tidak diketahui oleh Sara, teta-pi Sara taat karena dia tahu Abraham takut akan Tuhan. Dia juga tahu Abraham mencintai Tuhan, sehingga menunjukkan contoh iman yang sungguh dapat diteladani. Di sini suami jangan cepat marah kalau istrimu tidak taat, karena mungkin kita gagal menjadi contoh yang bisa diteladani oleh pasangan kita.

3. Istri yang taat adalah istri yang takut akan Allah. Mungkin pertanyaan kita kenapa Sara ketika ada di Mesir diminta Abraham untuk dia harus mengatakan bahwa dia adalah adik Abraham? Dan kenapa pada waktu Sara ingin diambil oleh Firaun, Abraham tidak berontak? Di sinilah kita melihat, Sara takut akan Tuhan, maka Tuhan akhirnya turut campur tangan supaya Firaun diberikan satu mimpi, satu pernyataan, akhirnya Firaun tidak berani menyentuh Sara. Hal ini kare-na Sara punya kekuatan iman dan hidup yang takut akan Tuhan. Di sini kita belajar bagaimana istri yang taat kepada suami, dia juga takut kepa-da Tuhan dan itu tidak bisa dipisahkan.

Berapa kali Alkitab memuji Sara?
2 kali: a) Ibrani 11 : 11 dikatakan Sara dipu-ji karena imannya. Jadi kita tahu Sara memiliki satu panggilan bersama dengan suaminya ketika umur 65, maka harus menunggu 24 tahun, umur 89 tahun baru dia mengerti tentang penggenapan janji Tuhan yang memberikan anak perjanjian. Iman menunggu 24 tahun itu bukan iman yang mudah. Sara dipuji karena imannya, akhirnya imannya melampaui keterbatasan dia karena sudah tua, dan di dalam masa tua itulah dia punya iman kepada Tuhan sehingga dia percaya akan mujizat Tuhan. Di sinilah menjadi pertanyaan bagi kita, apa bedanya kita punya anak karena iman dan punya anak bukan karena iman? Perbedaan yang pertama jikalau kita punya anak karena iman maka kita akan mendidik anak di dalam iman, tapi jika ka-rena nafsu, kita tidak punya perhatian rohani kepada anak itu untuk takut akan Tuhan dan hidup bagi Tu-han. Jikalau anak kita lahir karena iman, kita merindukan anak kita kelak di depan, hidup di dalam takut akan Tuhan, melayani Tuhan, jikalau anak kita, kita lahirkan tanpa iman, kita tidak pernah peduli, dia mau hidup takut akan Tuhan. Jika anak kita lahir karena iman, kita merindukan anak kita boleh menjadi berkat me-lahirkan dan menumbuhkan iman-iman yang baru, yaitu merebut jiwa-jiwa baru, Tapi jikalau kita punya anak tanpa nilai iman, kita tidak pernah peduli bagaimana masa depannya dipertanggung jawabkan kepada Tuhan.

B) Yang kedua baca 1 Petrus 3 : 6, Sara dipuji karena ketaatannya kepada Abraham, dan ini sesuatu yang tidak mudah bagaimana punya istri yang tidak protes, tidak pernah memberontak, tidak pernah sungut-sungut, tapi taat kepada suaminya. Di sini mengajarkan kepada kita ketaatan Sara kepada Abraham seperti kepada Tuhan dalam sikap ibadah yang benar. Di sinilah kita belajar istri yang baik ada-lah istri yang taat kepada Tuhan untuk menunjukkan kepada suaminya karakter anak Tuhan yang baik. Per-tanyaan saya apakah dalam hal ini berarti Sara tidak boleh marah kepada suami? Kita taat kepada Tuhan, Tuhan kita sempurna, Tuhan tidak mungkin melakukan kesalahan pada kita, bolehkah kita marah kepada Tuhan? Bolehkah kita sungut-sungut kepada Tuhan? Tidak boleh. Tapi suami kita adalah manusia biasa, jikalau suami kita salah, tapi kita tetap taat berarti kita pun harus mengkompromikan kesala-hannya, apakah itu benar? Jawabannya tidak. Kita boleh tegur di dalam kasih untuk suami kita. Jadi berarti taat seorang wanita yang baik adalah taat yang membangun, bukan taat kompromi. Taat yang justru menghancurkan suamimu itu adalah taat yang tidak ada iman. Taat yang ada iman maka tidak mungkin kompromi dengan dosa. Jadi disinilah istri yang baik harus marah ketika suamimu melakukan kesalahan.
Di sini kita melihat Alkitab tidak pernah mencatat satu kesalahan yang fatal dimana Sara berontak kepada Abraham. Kesalahan dia adalah memberikan Hagar kepada Abraham, dan itu pun kesalahan Abraham menerima Hagar. Jadi disini kita melihat Sara dipuji karena 2 hal, iman dan ketaatan, orang beriman pasti punya ketaatan, orang punya ketaatan pasti punya dasar iman. Iman dan ketaatan tidak mungkin bisa dipisahkan. Kenapa engkau taat beribadah, memberikan perpuluhan, melayani Tuhan, membaca Alkitab? Karena engkau punya iman percaya kepada Tuhan. Berarti iman dan ketaatan menjadi satu bagian yang tidak mungkin bisa dipisahkan.

Berapa kali Abraham memuji Sara?
Abraham tahu sekali istrinya itu cantik sekali, dan di dalam Alkitab dikatakan Abraham memuji kecantikan Sara. Tapi di sini kecantikan istri adalah karena karak-ter. Di sini kita boleh memuji istri kita karena karak-ternya, bukan karena kecantikan, bukan karena ket-ampanan, karena kecantikan dan ketampanan semua akan sirna, tapi karakter di dalam Tuhan akan terus bertumbuh dan itulah yang harus kita puji.

Apa kelebihan yang lain dari Sara?
1. Kelebihannya adalah dari kata nama yang diberi-kan oleh orangtuanya Sarai yang artinya adalah ratu yang cantik, ratu yang anggun (Kejadian 12 : 11, 14).
2. Dari namanya yang digantikan oleh Tuhan, bukan lagi Sarai tetapi Sara yang artinya ibu bangsa-bangsa, ibu bagi untuk banyak orang (Kejadian 17 : 15-16). Dari bahasa Ibrani mengatakan engkau ibu bagi bangsa-bangsa orang beriman karena engkau memiliki kematangan iman percaya kepa-da Tuhan.

Di sini kita melihat betapa bahagianya kita jikalau hidup kita menjadi contoh bagi orang lain, dalam hal keimanan kita, karakter, takut kita kepada Tuhan. Disinilah kita mengerti kenapa Sarai diubah menjadi kata Sara karena Sara ingin dibentuk oleh Tuhan di dalam semua hal tadi untuk mewakili karak-ter seorang istri. Oleh karena pembentukan Tuhan itu, maka nama Sara diberikan untuk menggantikan nama Sarai.
Bagian yang pertama kenapa Sara mengiku-ti Abraham adalah untuk menggenapi panggilan Ilahi di mana Abraham akan dijadikan bangsa yang besar dan diberikan anak perjanjian yaitu Ishak. Dia men-taatinya sepenuh hati dengan iman. Kedua, dia rela meninggalkan Ur Kasdim menuju negeri yang belum dikenal, dan kita tahu Ur Kasdim itu daerah dekat Persia, kota perdagangan, kota yang dekat laut yang begitu sangat indah. Ketika Tuhan memanggil keluar Abraham dan Sara dari Ur Kasdim ada 2  tujuan: 1) Tuhan ingin melatih iman daripada Abraham dan Sara berdasarkan pimpinan Tuhan, berjalan berdasarkan pimpinan Tuhan, bukan berjalan berdasarkan kekayaan mereka. 2) Mereka diminta meninggalkan Ur Kasdim karena Ur Kasdim punya dewa namanya dewa Ur. Maka mereka harus tinggalkan kota yang kaya raya itu karena di pusat kota itu ada penyemba-han berhala. Jadi supaya Abraham menyatakan Allah yang satu. Jadi disitulah kita melihat ketaatan Sara ketika mendengar panggilan Tuhan untuk suaminya, meninggalkan akan kekayaan, kenyamanan, budaya yang berdosa, pergi membangun satu kota yang baru yaitu tanah perjanjian. Ini jawabannya tidak mudah untuk seorang wanita. 3) Ketaatan Sara pada iman Abraham mengenai anak perjanjian. Jadi ketika umur 65 diberitahu bahwa melalui rahimnya akan lahir seorang anak perjanjian. Dan ternyata jikalau kita mempelajari Alkitab dari Kejadian 17 : 16 menuju Kejadian 21 : 1,3 membutuhkanh 24 tahun untuk janji Allah tergenapi.

Apakah iman Sara selalu sempurna dalam penantian akan janji Tuhan itu?
Jawabannya tidak selalu sempurna.

Kenapa iman Sara menjadi lemah?
1.            Sara sempat putus asa karena terlalu lama selama 24 tahun menunggu janji Al-lah digenapi tentang Anak Perjanjian.
2.            Hatinya gelisah dan terombang-ambing karena ia sudah tua yaitu 89 tahun.

Apa akibatnya dari iman Sara yang lemah ini?
1. Sara mendahului waktunya Tuhan. Dia berpikir dia akan mati, tidak akan mungkin lagi lahir seorang anak perjanjian dari rahimnya, maka dia mencoba mendahului waktunya Tuhan. Ini cara berpikir yang salah dan di dalam bagian itu Sara tidak bertanya dan berdiskusi dulu dengan Abra-ham, Sara tidak bertanya dan bergumul dengan Tuhan. Jadi dalam bagian ini mengajarkan kepada kita hai suami dan istri, hati-hati ketika engkau ingin mengambil keputusan yang penting bergu-mul dulu dengan Tuhan, uji dulu kepada Tuhan apakah itu benar atau tidak benar, dan lihat apakah waktunya itu melanggar firman Tuhan atau tidak.
2. Sara mengandalkan diri. Jadi hati-hati, orang yang lemah iman akhirnya kerja mengandalkan diri, orang yang kurang iman akhirnya tidak sabar da-lam menantikan kehendak Tuhan karena ingin mempercepat kehendak. Kehendak diri menjadi sesuatu yang memimpin dari pada kehendak Tu-han. Jadi disini berarti mengajarkan kepada kita orang kalau imannya kuat selalu sabar, waktu Tu-han bukan waktu kita, waktu kita harus terus diselaraskan dalam waktunya Tuhan, maka orang beriman adalah orang yang taat akan kedaulatan dan kehendak Tuhan dinyatakan.
3. Sara memberikan Hagar kepada Abraham. Di sini kita belajar bagaimana di dalam satu kehidupan dariSara dan Abraham, ternyata ada satu peristi-wa yang sangat tidak baik, gara-gara iman lemah akhirnya jadilah sesuatu yang tidak dinginkan Tu-han, lahirlah anak kedagingan yaitu Ismael.

Sara baru tahu setelah Hagar punya anak, yang tadinya budaknya ini sangat menghormati dia sekarang mencela, mencemooh, dan menghinanya. Akhirnya dari antara peristiwa Ismael lahir sampai ke Ishak lahir penggenapannya butuh 13 tahun, baru dia sadar ternyata tindakannya yang dia lakukan yang maksudnya ingin menyenangkan Abraham, meng-genapi rencana Tuhan ternyata merongrong dia, mencuri damai sejahtera, akhirnya timbul satu kebencian kepada Hagar. Sehingga diminta kepada Abraham untuk mengusir Hagar dengan Ismael anak-nya itu. Dia baru tahu ternyata tindakannya itu salah di mata Tuhan. Saudara yang terkasih nama Tuhan, bagaimana kalau kita tahu ternyata keputusan kita itu salah? Keputusan kita salah kalau kita tahu akhirnya kalau kita kehilangan damai di dalam Tuhan. Maka Sara harus memperbaiki diri setelah peristiwa itu dia bertobat dan harus membuat langkah yang baru un-tuk dia mengerti akan pimpinan Tuhan. Di sini kita melihat ketika akhirnya Abraham dikunjungi oleh 3 orang asing, yang mengatakan tahun depan engkau akan memiliki seorang anak, dan pada saat itu umur Abraham 99 tahun. Di sini pengharapan itu men-imbulkan semangat. Dan akhirnya kita melihat bagaimana antara janji dengan realita, berkaitan dengan iman dengan ketaatan, akhirnya menghasilkan pengharapan. Akhirnya kita melihat manusia hidup harus ada pengharapan. Jadi disinilah manusia yang hidup dalam pengharapan berarti punya iman dan ketaatan. Jadi buah daripada iman dan ketaatan menghasilkan pengharapan yang tidak pernah putus.

Apa hasil dari ketaatan Sara yang benar?
Disini kita melihat akhirnya satu tahun setelah itu bagaimana dicatat bahwa mereka punya anak ketika mereka sudah tua, ini namanya mujizat. Di sinilah dikatakan maksud daripada Petrus, hai engkau istri taatlah kepada suamimu yang belum percaya supaya melalui prilakumu suamimu bisa percaya. Hai istri-istri belajarlah dari ketaatan Sara dalam situasi yang sulit dia selalu akhirnya berjalan menemukan keindahan dalam pimpinan Tuhan. Dikatakan oleh Efesus 2 : 10, Tuhan menyelamatkan kita untuk mempersiapkan kita untuk melakukan perbuatan yang baik. Kenapa kita harus melakukan perbuatan yang baik? Menunjukan iman dalam kasihmu. Jadi hai jemaat di Asia Kecil engkau diper-sulit, engkau dibuat menderita, jangan takut panggi-lan ketaatanmu membuat engkau selalu berbuat baik kepada orang-orang yang mungkin berbuat jahat kepada dirimu. Jadi nyatakan kasihmu, jangan marah, jangan dendam, tetapi nyatakanlah kebaikan karena itu mewakili Tuhan. Di sinilah kita diajarkan orang yang punya iman, punya ketaatan, pasti punya per-buatan. Itulah yang dikatakan Yakobus, iman tanpa perbuatan adalah mati. Engkau mengaku beriman kepada Tuhan, engkau pasti mencintai pekerjaan Tuhan.

Setelah belajar iman dari Sara, sekarang hidupilah panggilan ketaatanmu untuk engkau memberkati bangsa-bangsa. Jadi panggilanmu adalah menjadi berkat, walaupun bangsa itu, orang itu menganiaya engkau, sehingga bangsa itu merasakan kasih Tuhan melalui engkau. Disinilah kita belajar bagaimana orang Kristen tidak boleh menyimpan dendam, orang Kristen tidak boleh menyimpan amarah. Jadi dalam bagian inilah di manapun engkau berada, di kantor, di masyarakat, di tempat rutinmu, ingat kitalah bangsa yang besar itu. Kenapa kita bangsa yang besar? Karena kita punya iman yang benar dari Tuhan untuk mem-berkati bangsa-bangsa yang lain. Jadi selalulah inves-tasi rohani dalam perbuatan baik, dan investasi ro-hanimu itulah jembatan untuk orang lain melihat kemuliaan Tuhan. Dan yang kedua panggilan ketaa-tanmu membuat engkau tidak perlu takut dengan orang yang akan membunuh jiwamu, demikian pun juga engkau hai orang-orang di Asia Kecil jangan pernah takut dengan ancaman dari orang-orang Ya-hudi, orang-orang di Asia Kecil yang akan mengancam engkau, memasukan engkau di penjara. Jangan takut, kenapa? Karena Tuhanmu adalah pembelamu, imanmu akan dikuatkan. Di situlah engkau harus bela-jar, panggilan ketaatan menghasilkan kemenangan iman, dan kemenangan iman dibuktikan dengan ketangguhan imanmu menghadapi kesulitan-kesulitan. Di dalam bagian inilah akhirnya Sara dengan Abraham kuat imannya, lolos daripada waktu 24 tahun, akhirnya mendapatkan satu nilai peng-genapan iman. Jadi disini kita tahu saudara, apapun yang terkadi dalam hidup kita, ingat, tetap berbuat baik, menyatakan kasih dalam situasi sulit, dalam situasi engkau sedih, dalam situasi engkau sakit tetap melakukan perbuatan baik. Kedua jangan takut dengan ancaman, selama engkau tahu engkau hidup benar, suci dan terang jangan takut, Tuhan selalu beserta dengan kita, buktikan engkau punya ketangguhan iman. 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah—FT)