Hidup Bagi Allah (Keadilan Dan Kedaulatan Allah Bagi Manusia Berdosa)

2016-08-07 - Pdt. Tumpal H. Hutahaean

1 Petrus 4 : 4 – 5

Kita akan melanjutkan eksposisi dari 1 Petrus 4 : 4 – 5.
1Pet 4:4  Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.
1Pet 4:5  Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Saudara yang terkasih dalam nama Tuhan, pernahkah kita mengejutkan orang lain karena mengalami perubahan rohani?  Dahulu mungkin orang melihat kita sebagai manusia duniawi, tetapi mereka terkejut ketika melihat seluruh pola pikir, tindakan, perasaan, emosi kita. Hidup baru kita di dalam Tuhan menunjukkan perubahan dan orang yang paling tahu perubahan dahsyat hidup kita tersebut adalah orang yang paling dekat dengan kita, orang yang paling tahu sebobrok apa keberdosaan kita.

Manusia bisa terkejut karena perubahan dalam hal-hal yang bersifat lahiriah. Dari miskin menjadi kaya itu biasa, dan sebaliknya dari kaya  menjadi miskin  itupun juga biasa, dari sehat menjadi sakit itu biasa, dari sakit menjadi sehat itu juga biasa. Pada bagian ini Rasul Petrus menyimpulkan penyebab jemaat di Asia Kecil mengalami penganiayaan demi penganiayaan adalah karena orang-orang disekitar mereka di Asia Kecil heran. Mereka heran karena sejak mereka mengikut Kristus tidak mau lagi diajak korupsi, tidak mau lagi menikmati dunia. Orang-orang ini dianggap bodoh, dianggap tidak tahu diri, dianggap sombong, dianggap bisa mengganggu akan setiap kenyamanan mereka, akhirnya mereka difitnah. Kejutan-kejutan perubahan rohani yang luar biasa seperti itulah yang mau kita capai, suatu hal yang menunjukan kita adalah orang-orang yang sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan.

Pernahkan kita membaca di dalam Alkitab, Tuhan Yesus memuji seseorang? Hanya satu kali Yesus memuji karena kagum, heran, karena melihat yang luar biasa daripada pribadi orang itu, yaitu perwira di Kapernaum. Jadi disini kita bisa melihat bagaimana Tuhan Yesus Kristus kagum, bagaimana Tuhan Yesus terheran, bagaimana Tuhan Yesus sampai memuji seseorang yang disebut dengan perwira di Kapernaum. Kisah ini tercatat dalam Lukas 7 : 1 – 10. Menjadi pertanyaan lagi, apa yang mengherankan? Apa yang menganggumkan daripada kerohanian perwira tersebut? Dia adalah perwira dari tentara Roma, yang kehidupannya begitu sangat keras, penuh dengan tindakan-tindakan yang tidak manusiawi. Tetapi kita bisa melihat, tentara pun ada yang rohani. Disini kita bisa melihat, bahwa manusia yang katanya orang Yahudi bisa kalah kerohaniannya dengan orang yang non Yahudi, dia orang Roma tetapi hatinya sungguh sangat mengenal Tuhan.

Mengapa perwira ini dipuji Tuhan Yesus? 

Pertama, karena menghargai bawahannya dengan kasih (Luk 7:2-3). Jadi pada waktu dia mendengar bawahannya sakit sampai mau mati, dia begitu sangat kuatir, sampai dia bertanya kepada tua-tua Yahudi, memohon supaya Tuhan Yesus mendoakan bawahannya agar sembuh. Ini menunjukan kepada kita bahwa sang perwira memiliki kepedulian yang luar biasa. Yesus memuji perwira tinggi ini karena sangat memperhatikan bawahannya.

Kedua, Ia membangun rumah ibadat orang Yahudi (sinagoge). Para tua-tua Yahudi berkata, “Tuhan Yesus, orang ini memang tentara Roma, dia adalah perwira tinggi, tetapi dia sungguh-sungguh telah berkorban untuk pembangunan rumah Tuhan” (Luk 7:4-5). Ini menunjukan kepada kita orang ini sangat luar biasa, dia punya gaji besar tidak berpikir untuk bangun rumah yang besar, dia punya kekuasaan tetapi dia tidak berpikir untuk menjadi orang yang dikenal, dia punya fasilitas tetapi dia tidak pernah berpikir semuanya harus dinikmati. Gaji, fasilitas, kesempatan dia mau memberikan untuk rumah Tuhan. Dia seorang tentara Roma, dia seorang pejuang yang identik dengan kekerasan tetapi ternyata hatinya lembut untuk Tuhan. Dalam bagian kedua inilah Tuhan Yesus memuji tentara yang hebat ini karena berani berkorban untuk pekerjaan Tuhan.

Ketiga, sang perwira memiliki kerendahan hati. Ketika dia tahu Tuhan Yesus akan datang, dia minta kepada orang katakanlah kepada Tuhan Yesus, aku ini prajurit, dibawah aku ada bawahan, aku juga bawahan, jikalau atasanku berkata, dan seperti aku juga berkata kepada bawahanku pergi, dia harus pergi, datang, dia harus datang. Jadi tolong katakan kepada Tuhan Yesus satu kata saja untuk kesembuhan bawahanku, aku tidak layak menerima Dia (Luk 7:6-8). Dalam kalimat aku tidak layak ini dia merasa hina dan tidak layak bertemu Tuhan, padahal dia orang besar, rumahnya mungkin besar, fasilitasnya besar, tetapi. Walaupun dia begitu mulia, tapi dia menganggap dirinya hina, ini menunjukan kepada kita orang itu sangat rendah hati.

Keempat kita bisa melihat akhirnya Tuhan Yesus memuji perwira ini karena iman yang besar. Katakanlah satu kalimat itu pasti akan terjadi. Ternyata Tuhan Yesus belum pernah menjumpai iman sebesar ini bahkan ditengah orang Israel (Luk 7:9). Disini kita bisa melihat Yesus pernah memuji satu kali.

Rasul Petrus melalui akan observasinya, melihat hal yang menyebabkan jemaat di Asia Kecil difitnah dan dianiaya adalah karena kualitas rohaninya. Pertanyaannya bagaimana kalau kita nanti menghadap Tuhan? Kalau kita nanti satu persatu setelah kita dipanggil oleh Tuhan kira-kira kita dipanggil untuk dipuji atau kita dipermalukan oleh Tuhan? pasti yang kita harapkan adalah kita dipuji oleh Tuhan. Tetapi bagaimana kalau seperti di Matius 7:23? Siapakah kita ini? Kita mungkin dulu orang-orang yang tidak berharga dimata Tuhan, setelah hidup kita didalam Tuhan kita menjadi berharga, maka apa yang terbaik yang harus kita beri kepada Tuhan? Tidak lain adalah ubah diri kita untuk memiliki karakter Kristus, karena pada waktu kita bertemu dengan Tuhan kesejatian kita semuannya akan kelihatan. Kalau engkau orang munafik, engkau dinyatakan orang munafik, kalau engkau orang yang jujur engkau dinyatakan orang yang jujur.

Minimal daripada empat kategori ini engkau dapat belajar mengenai apakah engkau punya kasih? Apakah kasihmu engkau nyatakan dalam nilai kerjamu? Apakah engkau orang yang punya nilai pengorbanan untuk pekerjaan Tuhan? Apakah engkau orang yang rendah hati? Apakah engkau memiliki iman sehingga engkau mempercayakan firman memimpin hidupmu? Seperti yang dikatakan Yohanes Calvin,”ibadah yang paling penting adalah ketika kita mengikat janji Tuhan.” Jadi orang yang mengikat dirinya dengan janji Tuhan yang sudah menyelamatkan kita, dalam setiap situasi dalam kebenaran apapun juga, orang itu sedang beribadah. Jadi bahkan diluar hari Minggu apabila engkau percaya sekali Tuhan akan bekerja dalam hidupmu pada waktu engkau bekerja, pada waktu engkau dikantor, pada waktu engkau ada kesulitan, pada waktu engkau sedang menghadapi banyak-banyak pergumulan, di saat itulah engkau sedang ibadah. Disini kita belajar, iman kita hidup ketika kita memandang Tuhan kita yang besar untuk bekerja bagi kita yang kecil, tangan Tuhan yang kuat kita harapkan untuk bekerja bagi kita yang lemah dan terbatas. Disinilah kita melihat empat hal ini paling sedikit, boleh kita miliki.

Mengapa rasul Petrus berkata “sebab itu mereka HERAN”? (1Pet 4:4)
Siapa yang heran? Orang-orang yang tidak mengenal Tuhan di Asia Kecil. Heran karena apa? Heran karena jemaat di Asia Kecil tidak mau kompromi dengan dosa. Disini kita melihat hal-hal yang bisa membuat orang heran: orang bisa heran karena unsur yang dilihat, heran karena nilai rasa, heran karena ada aspek pikiran, tetapi yang paling unik jikalau kita menjadi anak Tuhan. Kita bisa mengejutkan orang lain dengan kualitas kerohanian kita. Jemaat di Asia Kecil memiliki kualitas rohani, tidak mau kompromi dengan dosa karena mereka mau hidup bagi Tuhan setiap saat, setiap waktu dalam keadaan apapun juga, living for God. Ternyata keberanian mereka tampil beda itulah yang menyebabkan mereka difitnah. Disini menunjukan kepada kita bahwa jemaat di Asia Kecil imannya sungguh sangat murni.

Mengapa jemaat di Asia Kecil dapat konsisten selalu hidup bagi Allah? Ditengah kondisi yang begitu sulit, tawaran untuk menikmati dosa begitu luar biasa, dosa didepan mata bisa dicicipi untuk korupsi agar mendapatkan kekayaan, kenapa mereka tidak mau? Karena mereka punya konsistensi rohani. Karena mereka selalu mempersenjatai pikiran mereka dengan pikiran Kristus. Seperti Kristus, ketika Dia harus menghadapi penderitaan batin oleh orang-orang yang tidak mengenal Dia, Dia dihina tetapi tetap sabar. Dia punya aspek penguasaan diri secara total setiap waktu. Kita bisa hidup kuat di dalam Tuhan melalui mempersenjatai pikirian kita dengan pikiran Kristus. Filipi 4:8 menyatakan bahwa, marilah kita berpikir yang suci, yang mulia, yang adil, yang benar, yang sedap di dengar, pikirkanlah semuanya itu. Bagian ini menunjukan kepada kita bahwa pikiran itu penting. Pada waktu pikiranmu dipenuhi oleh pikiran Kristus, maka pada waktu kita mendapatkan situasi yang berat pun, ternyata hidup kita bisa tetap indah.

Jadi kesimpulannya adalah: kunci rahasia agar kita dapat konsisten untuk selalu hidup bagi Allah adalah komitmen rohani. Jika engkau mau konsisten, maka milikilah komitmen rohani. Hidup tanpa komitmen tidak akan punya isi, hidup tanpa komitmen engkau tidak akan mencapai kemajuan, hidup tanpa komitmen engkau tidak akan menjadi orang yang luar biasa, seluruh hidup kita butuh komitmen. Belajar butuh komitmen, bekerja lebih baik lagi butuh komitmen, untuk engkau punya tanggung jawab butuh komitmen.

Orang yang berkomitmen secara rohani akan memiliki beberapa hal berikut: Pertama, akan punya aspek tanggungjawab secara total karena sudah berkomitmen. Maka ketika kita berani berkata akan hidup bagi Tuhan, bukan hidup bagi kedagingan lagi, bukan hidup bagi dunia, bukan hidup bagi seluruh kenikmatan dunia maka saat itulah engkau harus berani mempetanggungjawabkan kualitas hidupmu sebagai anak Tuhan yang harus menang atas dosa. Kedua, akan punya fokus untuk apa engkau hidup. Engkau punya fokus kerja, engkau punya fokus aktivitas, engkau punya fokus untuk menghasilkan yang terbaik bagi Tuhan. Jadi pada waktu engkau fokus pada satu tujuan, itu bisa membuat kita kerja dengan maksimum, kita bisa melayani dengan maksimum karena kita fokus. Tetapi kalau kita fokusnya gampang terurai, gampang dilarikan oleh tawaran dunia dan lainnya, maka akhirnya kerja kita tidak efisien dan efektif. Kita anak Tuhan, fokus hidup kita adalah menyenangkan Tuhan, fokus hidup kita adalah memuliakan nama Tuhan. Aspek yang ketiga adalah orang yang punya aspek komitmen rohani selalu punya target-target rohani untuk Tuhan. Bukan target untuk diri, bukan hanya target untuk keluarga, bukan target untuk nilai kerjamu, target yang paling utama adalah Tuhan. Pakailah aku ditengah hidupku yang terbatas ini, biarlah aku boleh memberikan yang terbaik bagiMu Tuhan.

Melalui bagian ini kita belajar, alasan jemaat di Asia Kecil konsisten, tidak berpikir lagi untuk kenikmatan, tidak berpikir lagi untuk nama baik, tidak berpikir lagi untuk kekuasaan? Karena mereka punya komitmen rohani. Orang yang dewasa rohani selalu punya komitmen rohani, sehingga dapat dikatakan bahwa jemaat di Asia Kecil adalah jemaat yang memiliki dewasa rohani.

Bagaimana sikap kita menghadapi fitnahan?
Rasul Petrus mengajarkan hal yang lebih dalam lagi, yaitu: jangan menghakimi mereka yang memfitnah kamu. Jangan dendam atau marah (Menghakimi – bandingkan 1Kor 4:5), melainkan dengan lemah lembut, hormat dan hati nurani yang murni (1Pet 3:15b-16). 1Korintus 4:5 menyatakan bahwa ada waktunya Tuhan mengungkap segala sesuatu yang tersembunyi menjadi terbuka. Jikalau engkau hatinya baik Tuhan akan memuji engkau, tetapi kalau engkau bermain-main dengan Tuhan, engkau memanfaatkan Tuhan, engkau menyembunyikan dosa, maka engkau akan mendapatkan cercaan. Pada akhirnya akan dibukakan seluruh hati nuranimu, dan engkau akan mendapatkan pujian atau cercaan. Jadi kalau engkau difitnah, engkau dipermalukan, jangan dendam, jangan marah, Allah kita Yesus Kristus adalah Allah yang berkuasa, Allah yang punya keadilan, Allah yang berdaulat, akan tiba saatnya menghakimi semua orang berdasarkan kemahatahuan-Nya, kemahakuasaan-Nya, kemahahadiran-Nya, dan kedaulatan-Nya. Jadi tugas kita jangan menghakimi. Bagaimana dengan sikapmu? Berdasarkan 1 Petrus 3 : 15b – 16 yang pernah kita kotbahkan milikilah kelemahlembutan, milikilah kehormatan dan hati nurani yang murni. Kata lemah lembut bisa juga kita terjemahkan dengan orang yang mempunyai kerendahan hati.

Bagian kedua yang kita harus lakukan adalah serahkan kepada keadilan dan kedaulatan Allah karena itu menunjukan hidupmu orang yang saleh. Orang yang saleh tidak mau berdasarkan kekuatan diri untuk cari kepuasan diri, orang yang saleh adalah orang yang selalu berinteraksi dengan keadilan Tuhan, berinteraksi dengan kedaulatan Tuhan, karena dia tidak mau mencuri kemuliaan Tuhan, karena dia tidak mau mencari kepuasan emosi, dia biarkan Tuhan yang bekerja, dia tidak mau menyakiti Tuhan hanya berdasarkan emosi dia yang tidak suci, itulah orang yang saleh. Maka 1 Petrus 3 : 16 dikatakan hiduplah selalu menjadi orang yang saleh, orang yang mengejar kesucian, orang yang mengejar kelayakan, yang mengejar selalu menyenangkan hati Tuhan di dalam situasi apapun dan dimanapun. Disinilah kita bisa melihat inilah yang dituntut oleh rasul Petrus kepada jemaat di Asia Kecil, supaya mereka menghadapi kesulitan demi kesulitan itu sebagai anugerah, dan persenjatailah pikiran mereka dengan pikiran Kristus yang punya kesabaran dan penguasaan diri, dan agar mereka memiliki konsep pandang mengenai waktu. Ketika mereka terheran karena kualitas hidupmu dan engkau difitnah, dan pada waktu engkau mendapatkan fitnahan itu tugasmu adalah nyatakan dengan lemah lembut menghadapi orang itu dengan hormat dan hati nurani yang baik dan serahkan semua kepada kedaulatan Tuhan.

2 Korintus 5 : 10  Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. Jadi kita semua ternyata dituntut pada waktu engkau difitnah, pada waktu engkau disakiti, jangan engkau melakukan perbuatan yang mempermalukan nama Tuhan, jangan engkau menyakiti hati Tuhan, karena Tuhan akan minta pertanggungjawaban akan seluruh hidup kita. Engkau orang baik, engkau akan menerima pujian, engkau orang yang jahat, engkau akan menerima cercaan, setiap kita akan menghadap tahta (bema, bahasa Yunani) Kristus yang mulia, adil, maha tahu dan punya kekuasaan.

Sedikit pendahuluan untuk pembahasan minggu mendatang:
1 Petrus 4 : 6 Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah. Ini ayat yang dianggap sulit. Agustinus, Luther menafsirkan bagian ini secara berbeda dengan Calvin. Ada yang mengatakan bagian ini benar-benar penginjilan untuk orang mati, ada yang mengatakan tidak (ini penginjilan untuk orang-orang yang mati rohani di dunia). Buktinya apa? “supaya secara badani dihakimi, supaya orang itu bisa hidup rohnya menurut kehendak Allah.

Untuk apa Tuhan Yesus memberitakan Injil kepada orang yang sudah mati?
Kita sudah membahas itu pada pertemuan sebelumnya, yaitu untuk menyatakan kemenangan-Nya. Jadi apakah artinya disini memberitakan Injil yang mati secara rohani atau sungguh-sungguh kepada orang yang sudah mati? karena di dalam kata-katanya semua tepat, itu untuk memberitakan Injil kepada orang yang sudah mati. Jadi dapat kita katakan ini sungguh untuk orang yang sudah mati supaya roh mereka dapat hidup menurut kehendak Allah. Kenapa hal ini perlu dikatakan oleh rasul Petrus dan apa maksudnya? Apa yang dimaksud dihakimi secara badani, tetapi rohnya boleh hidup menurut kehendak Allah? Ini semua akan kita bahas pada minggu mendatang.

Hari ini kita membahas 1 Petrus ayat 4 dan 5, intinya adalah marilah kita hidup bagi Allah. Hidup bagi Allah dalam situasi yang berat apapun juga, dalam situasi tawaran dunia apaun selalu living for God. Lihatlah senantiasa Tuhan yang sudah mati menebus engkau, lihatlah Tuhan yang akan pelihara hidupmu melampaui segala sesuatu, maka engkau akan terus dimampukan oleh Tuhan untuk selalu living for God (hidup bagi Allah). Amin


(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah—HG)