Pokok Anggur Yang Benar

2016-09-25 - Vic. Lukman Sabtiyadi

Yohanes 15:1 – 8.

Hari ini saya mau mengajak kita untuk merenungkan firman Tuhan yang terambil dari Yohanes 15:1 – 8. (1) Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. (2) Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. (3) Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. (4) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. (7) Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (8) Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Kalau kita perhatikan dari pasal 13 – 17 itu dimasukan di dalam farewell discourse atau pengajaran perpisahan dari Tuhan Yesus, pengajaran perpisahan yang memang hanya dicatat oleh Yohanes saja. Biasanya waktu kita mungkin mau berpisah, dan kita tahu konteks Tuhan Yesus berpisah maksudnya bukan sekedar pergi ke suatu tempat, tetapi mengalami penderitaan bahkan kematian, lalu kemudian Dia naik ke surga dan menyiapkan tempat disana, maka pengajaran perpisahan merupakan pengajaran yang begitu penting sekali. Pengajaran perpisahan ini semacam kata-kata terakhir Tuhan Yesus, pesan-pesan terakhir Tuhan Yesus yang disampaikan, diberitakan kepada murid-murid-Nya. Dan kalau kita lihat juga dari pasal 13 dengan 17 disitu tidak ada Yudas. Yudas pergi lalu melakukan rencana jahat dia, jadi ini merupakan pengajaran yang begitu penting sekali. Sama setiap kali ada orang yang mungkin kita kasihi atau kita kenal mau meninggal pasti meninggalkan pesan-pesan terakhir atau perkataan terakhir yang begitu penting sekali.
Ada raja yang begitu terkenal namanya Iskandar Agung, Alexander The Great, seorang raja sebelum jamannya Tuhan Yesus. Waktu dia umur 26 tahun  dia sudah menguasai Babilonia, kekuasaannya begitu besar sekali sampai dia berperang sampai ke perbatasan India, sampai disitu dia gagal, gagal bukan karena kalah, karena pasukannya mundur karena dia terluka parah, tetapi dia sendiri tidak mau mundur, ini orang luar biasa sekali. Sampai akhirnya dia meninggal kira-kira umur 32 atau 33, dan di ranjangnya dia terbaring sakit sesudah perang dari India, dan semua orang menanti kata-kata terakhir dari dia, semua orang ingin mendengar, sampai tidak ada kata-kata terakhir yang keluar. Akhirnya kerajaannya pecah. Kata-kata terakhir itu begitu penting sekali. Ada banyak contoh-contoh entah itu orang Kristen atau bukan, kata-kata terakhir itu penting sekali. Kenapa penting sekali kata-kata terakhir itu? Karena itu pesannya atau harapan yang mungkin belum tersampaikan. Banyak sekali perkataan-perkataan terkhir di Alkitab, misalnya Musa menyampaikan kata terakhir kepada Israel, Yosua juga menyampaikan pesan-pesan terakhir, Daud juga menyampaikan kata-kata terakhir kepada Salomo.

Disini di bagian ini kita sama-sama merenungkan salah satu perkataan atau pengajaran terakhir Tuhan Yesus sebelum Dia menderita dan disalibkan, yaitu tentang Yesus sebagai pokok anggur yang benar. Apa tujuan perkataan perpisahan ini? Tujuan perkataan ini disampaikan Tuhan Yesus tentu untuk menjadi kekuatan, penghiburan dan jaminan supaya setiap murid atau pengikut Dia tidak menganggap mengikut Kristus itu sia-sia. Perkataan terakhir, pengajaran terakhir ini semacam penghiburan, kekuatan supaya murid-murid tidak menganggap mengikut Tuhan itu sia-sia.

Apa yang  bisa kita pelajari dari perkataan perpisahan ini?
Disini dikatakan Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Kalau kita lihat di Injil Yohanes itu begitu unik sekali, salah satu keunikannya adalah ungkapan tentang identitas Yesus. “Aku adalah”…. Ini begitu banyak sekali di Yohanes. Kira-kira ada tujuh kali Tuhan Yesus mengatakan “Aku adalah”, Aku Adalah roti hidup, Aku adalah terang dunia, Aku adalah Domba Allah dan yang terakhir di dalam pasal 15, Akulah pokok anggur yang benar.
Apa yang kita pelajari dari bagian ini? Yaitu tentang siapa Kristus. Dialah pokok anggur yang benar, dan Allah Bapa itu pengusahanya. Kalau ita bandingkan misalnya di dalam Yesaya 5 : 1 – 2. (1) Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. (2) Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. Kalau disini di dalam Yesaya 5 pokok anggur atau pohon anggur itu adalah Israel, Israel adalah kebun anggurnya Tuhan, Tuhan pengusahanya, Israel kebun anggurnya dan Tuhan megnhasilkan buah yang baik dihasilkan dari kebun anggur-Nya. Tetapi kita tahu buah yang dihasilkan oleh Israel di dalam Perjanjian Lama itu tidak baik, asam. Israel jatuh dalam dosa, dibuang oleh Tuhan, tidak menjadi berkat bagi banyak orang. Dan ini bisa dibandingkan dengan Markus 12 : 1 – 9. Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur. Disini juga sama dengan Yesaya 5 tadi, bahwa kebun anggur itu adalah umat Tuhan atau Israel.
Berbeda sekali dengan Yohanes 15. Yohanes 15 kalau kita perhatikan Yesuslah pokok anggurnya. Apa artinya? Dialah Israel yang sempurna mengerjakan kehendak Allah. Waktu Tuhan Allah berjanji kepada Abraham bahwa keturunannya menjadi berkat bagi banyak bangsa, yang dimaksudnya keturunannya yang secara pribadi satu itu yaitu Tuhan Yesus, Tuhan Yesuslah Israel yang baru, Israel yang sempurna, yang menjadi contoh teladan seorang pribadi yang mengerjakan kehendak Allah.
Kristuslah pokok anggurnya, Dialah sumber berkat Allah yang sejati, dan kita adalah ranting-ranting yang menempel pada Kristus. apa sih yang bisa kita pelajari disini? Bahwa kita menjadi umat Tuhan, memperoleh hidup yang kekal sekali-kali bukan karena usaha kita. Ranting itu menempel ke pokok anggur itu bukan usahanya, tetapi Kristus yang sudah memilih kita, lebih jelas di Yohanes 15 : 9 dan seterusnya. Dialah yang memilih kita, Dialah yang menentukan kita, dan Dia menjadikan kita ranting-ranting-Nya, Dia pokok anggur. Keselamatan adalah anugerah di dalam Kristus, ini penting. Mungkin kita sudah sering mendengar, tetapi harus ditekankan apa pesan Tuhan Yesus terakhir? Tuhan Yesus katakan kamu tidak bisa selamat di luar Aku, dan keselamatanmu hanya karena anugerah di dalam Aku, karena Akulah pokok anggur. Salah satu yang membedakan ajaran Alkitab dengan agama lain adalah anugerah Kristus, kita selamat karena anugerah Kristus. marilah kita sungguh-sungguh mengimani, ketika saya selamat, saya memperoleh hidup yang kekal bukan karena saya rajin KKR Regional, bukan karena saya mempertobatkan banyak orang, bukan karena berapa banyak saya berkotbah, bukan seberapa saya giat ke Gereja, bukan karena saya sering baca Alkitab, tetapi satu-satunya karena Kristus sudah mati di kayu salib untuk saya yang berdosa, dan saya beriman kepada Kristus itu. tetapi seringkali kita lupa dan kita menganggap remeh penebusan Kristus, kalau kita sudah ditebus oleh Kristus untuk apa kita beribadah, lalu hidup tidak karuan, karena menganggap sudah diselamatkan. apakah begitu?
Mari kita lihat ayat ke 2 – 4. (2) Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. (3) Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. (4) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Lalu ayat 5. (5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Apa artinya saya umat Tuhan yang sejati, orang Kristen yang sejati? bukan hanya sekedar klaim bahwa saya percaya Kristus, bukan karena saya keturunan Kristen, bukan karena saya rajin ke Gereja, tetapi karena kita umat Tuhan yang sejati yang tinggal di dalam Kristus.

Sekarang kita bertanya apa artinya tetap tetap tinggal di dalam Kristus? Ada tiga hal yang mau saya renungkan disini apa artinya tetap tinggal di dalam Kristus?
Pertama, mari kita buka Yohanes 6 : 56. (56) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Apa artinya? Kita tahu ini bahasa metafor, simbolis tentang pengorbanan Kristus, artinya setiap hari, hari lepas hari aku tetap tinggal di dalam Dia, aku begitu kagum dengan anugerah penebusan-Nya di atas kayu salib, aku tetap memandang salib-Nya itu, aku percaya kepada keselamatan yang dinyatakan di dalam salib Kristus, ini penting. Tinggal di dalam Kristus artinya sungguh-sungguh percaya dan menghidupi bahwa Kristus sudah mati atas dosa saya yang masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Kita tahu bahwa kita tidak akan pernah sempurna sampai nanti kita disempurnakan oleh Kristus, selama kita hidup di dunia mungkin orang Kristen yang paling tinggi kerohaniannya itu paling hanya 99 persen dan mungkin itu jarang sekali. Kita harus terus ingat, Kristus mau mengatakan begini: ingat, tinggal di dalam Aku artinya engkau terus merenungkan dan percaya akan penebusan Kristus, bahwa Kristus sudah mati atas dosamu yang masa lalu, dosamu yang sekarang, dan dosamu yang akan datang.
Kedua, mari kita buka Yohanes 8 : 31. (31) Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku. Kita buka lagi Yohanes 15 : 9 – 10. (9) Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. (10) Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Apa artinya tinggal di dalam Kristus? tinggal di dalam Kristus artinya mengasihi Dia dan mentaati segala firman-Nya. Saya ketika mengasihi Kristus mentaati Firman-Nya bukan sama sekali supaya saya memperoleh keselamatan, bukan sama sekali supaya saya memperoleh hidup yang kekal, justru karena saya sudah di dalam Kristus maka saya mentaati dan mengasihi Dia lebih dari apapun. Ini tidak bisa dilepaskan, kalau saya di dalam Kristus, itu pasti saya mengasihi dan mentaati Dia.
Ketiga, mari kita buka Yohanes 15 : 5. (5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Apa artinya tinggal di dalam Kristus? Yaitu berbuah banyak, menghasilkan buah rohani. Tinggal di dalam Kristus bukan hidup statis, tetapi hidup yang berbuah, dan buah disini yang dimaksudkan itu organil, yang natural sekali. Tuhan mau mengajarkan disini kepada murid-murid-Nya relasi kita dengan Kristus adalah relasi organik, bukan relasi mekanik. Salah satu masalah kita orang Kristen berelasi dengan Tuhan itu mekanik, datang kepada Tuhan waktu perlunya saja atau kita datang kepada Tuhan karena kita takut dikutuk Tuhan.
Kalau kita bertanya begini: Tuhan kenapa saya sebagai orang Kristen tidak berbuah? Mungkin karena kamu ranting yang relasinya mekanik, tidak berbuah. Tetapi kalau kita sungguh-sungguh ranting yang organik, yang mempunyai relasi yang organik dengan Tuhan, yang natural dengan Tuhan, begitu dekat sekali dan sungguh-sungguhmengasihi Tuhan dan menyadari saya tidak bisa hidup tanpa Dia, saya harus bergantung kepada Dia, seperti ranting bergantung kepada pokok anggur itu maka saya akan menghasilkan buah, dan buah itu natural. Buah-buah rohani yang indah, yang baik dan banyak. Relasi organik bukan relasi karena kebiasaan, relasi yang sungguh-sungguh sadar bahwa saya tanpa Kristus tidak bisa melakukan apa-apa, saya diluar Kristus tidak bisa melakukan apa-apa.

Biarlah kita sungguh-sungguh belajar, kita sebagai seorang Kristen terus ingat Yesus adalah pokok anggur kita, Dialah keselamatan kita, kita selamat, kita memperoleh hidup yang kekal bukan karena saya sudah melayani begitu giat, bukan karena saya seberapa sering berdoa, berapa sering ke Gereja, bukan karena usaha saya, tetapi karena Kristus yang sudah memilih saya menebus saya mati atas dosa-dosa saya, dan Dia mau supaya saya tetap tinggal di dalam Dia.
Tinggal di dalam Dia artinya apa? Terus merenungkan akan penebusan Kristus, terus percaya bahwa Kristus sudah mati atas dosaku yang lalu, sekarang ataupun masa yang akan datang. Dan tinggal di dalam Kristus artinya aku mengasihi Dia, mentaati Dia dan mempunyai relasi organik seperti pokok anggur dengan rantingnya, relasi yang natural yang menghasilkan buah yang banyak. Biarlah kita sungguh-sungguh sebagai seorang Kristen menjadi ranting-ranting yang menghasilkan buah yang banyak.
Di dalam bagian yang kita baca masalahnya tidak pernah di pokok anggur, pasti kita disini tahu tanaman, pasti sebuah pohon menghasil buah yang sama dengan dirinya. Tidak mungkin pohon manga menghasilkan buah jambu. Pohon anggur pasti menghasilkan anggur, demikian pokok anggur yang benar yaitu Kristus pasti menghasilkan buah yang benar. Kenapa kalau saya tidak menghasilkan buah? Mungkin karena kita adalah ranting yang mekanik, sehingga harus selalu dibersihkan oleh firman Tuhan, harus selalu disucikan oleh Roh Kudus supaya kita hidup berkenan dihadapan Dia. Biarlah kita sungguh-sungguh mempunyai relasi organik yang menghasilkan buah untuk kemuliaan Tuhan.