Peperangan Rohani (II)

2016-12-18 - Pdt. Tumpal H. Hutahaean

1 Petrus 5 : 9

Pembahasan mengenai Peperangan Rohani bagian yang kedua, diambil dari 1 Petrus 5 : 9. 9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Petrus menyimpulkan bahwa penderitaan yang dihadapi oleh anak-anak Tuhan di Asia Kecil mungkin dan juga pasti berada dalam program iblis yang akan menghancurkan daripada iman mereka, maka Petrus mengatakan lawanlah Iblis dengan iman yang teguh.

1 Petrus 4 : 12. 12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

Yakobus 4 : 7. 7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

2 Timotius 1 : 7. 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Hidup kita bukan lagi milik iblis, hidup kita adalah milik Tuhan, dan Tuhan akan senantiasa memenuhi kita dengan kasih-Nya, maka kita tidak boleh lagi hidup dalam roh ketakutan. Maka jikalau kita masih takut gelap, takut dengan segala sesuatu yang sangat tidak normal, apalagi takut setan, maka di dalam bagian itu perlu kita percaya hidup kita sudah menjadi milik Tuhan dan kita tidak diberikan lagi roh ketakutan, dan kita diberikan roh yang membangkitkan spirit kita, kekuatan kita untuk mengikuti Tuhan, dan roh yang memimpin kita hidup dalam kasih dan kita hidup dalam satu yang teratur dan tertib.

Pendahuluan.

Mengapa kita harus melawan iblis? (Yakobus 4 : 7).
Di dalam Yakobus 4 : 7 dikatakan tundukanlah diri kita di bawah kuasa Tuhan dan lawanlah iblis. Ini berarti menunjukkan kepada kita bahwa kita bisa menang atas setiap pencobaan iblis itu bukan karena gagah perkasa kita, tetapi kita bisa melihat di dalam nilai ketaatan kita untuk melawan iblis adalah karena kuasa dari Tuhan. Dan kenapa kita terus melawan? Yakobus dengan jelas mengatakan dia akan lari daripada kita. Itu menunjukkan kepada kita sampai sejauh mana hidup kita punya nilai peperangan rohani setiap hari, sampai sejauh mana kita punya kesadaran dan kewaspadaan, disitulah keteguhan iman kita nyata, disitulah kemurnian kita untuk hidup bagi Tuhan itu nyata. Jadi kita harus senantiasa dalam doa kita bukan saja bersyukur, bukan hanya penyembahan, bukan hanya permohonan, tetapi harus ada doa peperangan rohani, dan doa peperangan rohani yang paling tinggi pada waktu kita ingin minta kepada Tuhan merebut jiwa-jiwa yang dalam genggaman daripada setan, merebut jiwa-jiwa yang terikat oleh kuasa setan, dan mau mengembalikan jiwa-jiwa itu kepada Tuhan. Jadi doa peperangan rohani bukan saja mengalahkan kuasa setan, tetapi kerinduan untuk mengembalikan dan merebut kembali orang-orang untuk kembali kepada Tuhan, dan doa yang menyadarkan kita bahwa kuasa Tuhan lebih besar daripada kuasa manapun juga.

Mengapa ada anak Tuhan yang mudah takut? (2 Timotius 1 : 7).
Alkitab dengan jelas mengatakan dalam 2 Timotius 1 : 7 kita tidak diberikan lagi roh takut. Saya tanya, bolehkah kita takut miskin? Jawabannya boleh. Bolehkah kita takut hidup kita tidak sehat? Boleh. Bolehkah kita takut gagal? Boleh. Tetapi yang lebih penting adalah jangan ketakutan itu bersentral pada diri. Jikalau engkau takut miskin karena engkau takut dihina, jikalau engkau takut nanti engkau sakit karena engkau mungkin tidak punya kepuasan dalam hobimu dan aktualisasimu bersentral untuk diri, itu adalah ketakutan yang tidak suci. Ketakutan kita yang suci adalah ketakutan yang dikaitkan dengan hidup kita benar dihadapan Tuhan. Di dalam teologi Salomo tentang satu teologi yang benar tentang pengenalan yang benar akan Tuhan yaitu orang yang punya aspek akan Tuhan.  Seberapa banyakpun pengetahuan yang dapat engkau katakan dan tahu tentang Tuhan tetapi jikalau engkau tidak takut akan Tuhan dan engkau berani berbuat dosa, pengenalan engkau akan Tuhan hanya sekedar tahu tentang siapa Tuhan, tetapi engkau tidak memahami siapa Tuhan yang benar. Di dalam bagian itu kita diingatkan pemahaman akan Tuhan dikaitkan dengan aspek the fear of God dari seluruh sikap kita yang takut berbuat dosa dan mau hidup bagi Tuhan. Mengapa engkau takut? Mungkinkah kerena engkau punya phobia? Mungkinkah engkau punya satu nilai pengalaman yang buruk? Mungkin. Semuanya itu bisa terjadi di dalam kehidupan kita, tetapi yang menjadi pertanyaan kita adalah apakah kita sudah menghadapi semua itu dengan iman, apakah kita sudah menghadapi seluruh ketakutan kita yang bersentral kepada diri itu, dikaitkan dengan hidup kita yang boleh sungguh menjadi berkat bagi orang lain. Jika takut karena tidak memuliakan Tuhan, itu suci. Takut hidup tidak dipakai Tuhan, itu suci. Kita takut melalui harta kita, waktu kedudukan kita, kekuasaan kita, semuanya tidak memuliakan Tuhan, itu ketakutan suci. Takut keluarga kita tidak dipakai Tuhan itu adalah takut yang suci. Di sinilah rasul Petrus ingin mengajarkan kepada Jemaat di Asia Kecil jangan takut akan penderitaan, jangan takut dengan kritikan, jangan takut dengan tantangan, jikalau kesulitan itu, jikalau penderitaan itu, jikalau tantangan itu datang daripada setan, lawan dalam nama Tuhan Yesus.

Mengapa Allah mengijinkan kita untuk diserang oleh iblis dalam bentuk penderitaan dan lain-lain? (1 Petrus 4 : 12)
Karena kita sedang diuji. Kita bisa saja dimurnikan iman kita, kita bisa saja makin dibentuk karaketer kita oleh Tuhan. dalam bentuk penderitaan dan itulah yang dialami jemaat di Asia Kecil pada waktu itu. Mungkinkah dalam bentuk sakit penyakit? Mungkin. Mungkinkah dalam kehidupan kita terus mengalami kesulitan? Mungkin.

1 Petrus 5, mengajarkan beberapa hal kepada kita, yaitu: Dalam situasi yang sulit untuk kita melayani Tuhan, domba-domba Allah menjadi fokus kita; bagaimana kita sebagai anak muda kita harus tunduk kepada yang lebih tua dan kita menghormati relasi kita terhadap orang-orang yang lebih senior; Kita diajarkan dalam hukum relasi, dalam hukum kasih punya kerendahan hati; dan kita belajar menyerahkan segala kekuatiran kepada Allah yaitu kepada tangan-Nya yang kuat. Minggu lalu kita sudah belajar betapa pentingnya kita sadar dan berjaga-jaga kerena iblis masih bisa membisikan dalam telinga kita, dia masih menghembuskan akan suara-suara yang indah menyenangkan untuk kita tergiur lagi masuk dalam dunia yang menyesatkan dan dia bisa menjerat kita kembali.

Hari ini kita sudah melihat bagaimana pentingnya untuk kita bisa melawan dia dengan iman yang tegus, melawan dia dengan senjata daripada firman Tuhan. Jadi penting sekali setiap kita harus sadar untuk kita menghafal firman Tuhan.

Jadi apa yang dapat memikat kita? Kesenangan, ketenangan, kenikmatan, kepopuleran, kemahsyuran, kemalasan dan kesedihan. Apakah hal ini menunjukan bahwa orang Kristen tidak boleh senang, tenang, punya kenikmatan, kepopuleran, kemahsyuran, kemalasan dan kesedihan? Orang Kristen bisa menikmati ini, tetapi tidak boleh berlebihan, tidak boleh terikat. Kuncinya adalah kita harus selalu punya aspek self control untuk kita sadar dan punya kewaspadaan supaya semua yang kita dapat nikmati jangan berlebih. Dan kita melihat pintu gerbang setan selalu tebuka lebar-lebar untuk kita masuk lagi terhisap di dalam hal-hal dunia. Pintu gerbang setan selalu terbuka lebar-lebar untuk kita akhirnya hidup jauh daripada Tuhan. Di sinilah kita lawan ini, kita lawan segala bujuk rayu daripada si jahat itu yang menenangkan kita, yang menghanyutkan kita seperti kapal tanpa layar yang membuat kapal itu punya satu kekuatan untuk dia bergerak. Arus setan kalau membuat kita terhisap itu pelan-pelan. Di dalam setiap akan buku-buku yang kita baca untuk lawan setan kadang-kadang kita perlu lawan arus, karena dia sudah mempunyai kekuatan arus. Setiap kita berperang melawan kesenangan yang membuat kita jauh daripada Tuhan, setiap kita harus lawan hal-hal ketenangan yang membuat kita jauh daripada Tuhan.

Jadi bagaimana hidup yang peperangan rohani?
Hidup adalah peperangan rohani. Bujuk rayu setan sangat luar biasa, dan hati-hati dengan paganisme movement, hati-hati dengan spirit penyembahan oleh agama kuno yang disebut folk religion, yang langsung menyembah matahari, menyembah gunung. Sekarang penyembahan ini tidak lagi bersifat ritual tetapi hati kita yang terikat dengan sesuatu. Itu namanya paganisme movement modern. Dapat masuk melalui televisi, musik, sosial media, dan apapun juga yang akhirnya membuat kita terikat dan kita tergantung dengan alat-alat itu, dengan hiburan itu, dengan kesenangan itu.  Di sini penghiburan kita yang sejati bukan datang dari dunia, penghiburan kita yang sejati ada daripada Tuhan melalui firman-Nya, itu yang paling sejati. Hati-hati dengan gerakan paganism modern, karena gerakan paganism modern masuk melalui teknologi,  sarana-sarana yang bisa menghibur, menyamankan kita.

Hidup adalah peperangan rohani di dalam pengertian:
• Hidup baru dalam Yesus Kristus. Itu berarti ke-baruan kita di dalam kita berpikir, nilai rasa, tindakan. Jikalau semuanya ini digabung ini menjadi hidup yang sungguh-sungguh menya-takan nilai-nilai hidup kita, itulah program Tu-han. Tetapi kalau program setan adalah hidup lama kita dalam dunia.
• Hidup dalam kesatuan sebagai tubuh Kristus. Ada kasih, ada kerendahan hati, ada lemah lembut, ada pengorbanan dan yang lain-lain, inilah kehendak Tuhan. Dan jikalau hidupmu ada dalam rancangan setan maka hidup dalam kesatuan dengan dunia dengan segala daya tariknya dan nafsunya yang liar atau cemar. Bagaimana dia bisa menarik kita? Bagaimana dia bisa mengaktualisasikan nafsu kita? Setan selalu buka jalan untuk kita hancur.
• Rancangan Allah adalah hidup di dalam damai sejahtera dan harmonis, itulah kehendak Allah yang tertinggi. Jadi kehendak Allah yang tertinggi adalah kita menikmati damai dan kita menikmati relasi dengan Tuhan, maka hidup kita harus senantiasa hidup dalam penaburan firman Tuhan, dan melalui firman itulah hidup kita makin dekat dengan Tuhan dan kita bisa dipakai berdasarkan 2 Timotius 3 : 16 – 17. Tetapi rancangan setan adalah hidup dalam dosa. Tandanya adalah perselisihan, iri hati dan lain-lain, dan setan akan menabur benih-benih kebencian dalam hati kita.

Bagaimana supaya kita bisa menang melawan setan?
Efesus 6 : 10 – 18 sudah mencatat. 10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.  11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; (Ef 6:10-11).
12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara, (Ef 6:12).

Perlengkapan apa saja yang kita pakai untuk berperang melawan iblis?
1. Berikat pinggangkan kebenaran (Efesus 6: 14a).
Kekuatan kita melawan setan adalah karena hidupmu benar, suci, karena hidupmu sungguh-sungguh dalam Tuhan maka engkau akan punya kuasa melawan si jahat itu.

2. Berbajuzirahkan Keadilan (Ef 6:14b).
Hal ini menandakan engkau punya wibawa. Maka setiap hakim dan jaksa setiap dia tampil dalam persidangan dia pakai baju khusus. Pendeta di Reformed juga kalau acara khusus baru pakai jubah. Ketika engkau bernyanyi paduan suara juga pakai jubah. Karena jubah dalam keimaman menandakan engkau punya status wibawa rohani. Jadi berbajuzirahkan keadilan adalah kita harus punya wibawa rohani, karena seluruh tubuh kita sudah dipersembahkan oleh Tuhan menjadi senjata kebenaran.

3. Kakimu berkasut kerelaan untuk penginjilan (Ef 6: 15).
Jadi setelah engkau mengerti bagian yang kedua, maka yang ketiga jangan lupa peperangan rohani yang paling sejati pada waktu kita merebut jiwa-jiwa yang berdosa kembali kepada Tuhan melalui pemberitaan Injil melalui mulut bibir kita. Jadi siapa yang mau menang atas Tuhan, ingat kita punya ikat pinggang kebenaran, kita mempunyai baju ziarah yang menunjukkan tubuh kita sudah dipersembahkan menjadi senjata kebenaran, dan engkau punya ketaatan untuk Penginjilan.

4. Perisai iman (Ef 6: 16).
Perisai bisa menahan akan panah, perisai bisa menahan pedang. Hal ini menunjukkan kepada kita imanmu adalah iman yang kuat, yang teguh. Setan bisa kirim panah api untuk menjatuhkan kita dari semua sisi, karena itu kita harus sadar dan waspada selalu.

5. Ketopong keselamatan (Ef 6: 17a).
Kita lihat orang-orang dahulu perang pakai topi, dan topinya itu berat sekali. Jadi ketopong itu sangat penting untuk kita tidak terluka pada bagian kepala. Hal ini untuk melindungi kita dengan kemampuan dalam berperang dengan cara berpikir strategi. Salah satu yang dihancurkan setan adalah pola berpikir kita dalam nilai kepekaan menangkap pikiran Tuhan. Hati-hatilah dengan dosa pikiran.

6. Pedang roh yaitu firman Tuhan (Ef 6: 17b).
Diingatkan dan dikaitkan dengan 1 Petrus 5 : 9, ini menunjukkan pedang firman adalah ketika firmanmu hidup, maka ketika imanmu hidup, engkau melawan kuasa-kuasa setan, kuasa setan itu akan pergi. Kenapa Daud main kecapi roh jahat di hati Saul pergi? Apakah setan takut dengan bunyi kecapi itu? Tidak. Para penafsir mengatakan Daud memainkan kecapi dengan iman, dengan hati memuji Tuhan. Maka saya tanya, bisakah saat kita bernyanyi untuk Tuhan suara kita bisa  bisa menenangkan hati dan mendamaikan orang lain? Bisa. Bisakah engkau memuji Tuhan dengan segenap hatimu, dengan segenap kekuatanmu, dengan segenap jiwamu lalu itu membuat orang lain bertobat? Jawabannya bisa. Inilah yang dibutuhkan tim koor Gereja kita. Billy Graham bertobat karena dengar koor, dan banyak juga anak-anak Tuhan bertobat karena dengar koor, jadi jangan remeh pelayanan koor itu, dan jangan anggap remeh pelayanan music. Lihat Daud bermain music, roh jahat dihati Saul pergi. Jadi disini kita harus melawan setan dengan iman yang hidup, kita harus melawan setan dengan doa yang terus menerus.

Kita melihat sekarang perkembangan budaya kekerasan itu disebut teroris, dan keagamaan sekarang identik dengan kekerasan, keagamaan sekarang identik dengan kepuasan dan barbarian. Apakah Tuhan memprogram ini? Tidak. Apakah ini kuasa setan? Ya. Kita harus melawan siasat setan yang masuk melalui keagamaan juga harus melawan perkembangan budaya modern yang masuk melalui tv, dvd, games, hp, internet, film, musik dan media. Kehancuran akhlak seperti korupsi, kerusuhan, kriminalitas, napza, amoralitas, aborsi, LGBT ini juga harus kita lawan. Jadi yang harus kita lawan adalah keinginan kita, kedua tawaran dunia dengan segala nafsunya, serangan iblis dengan senjata rayuannya.

Peperangan Rohani terjadi untuk semua anak-anak Tuhan. Dan semua anak Tuhan dapat mengalami penderitaan karena serangan Iblis. Akhirnya Petrus katakan lawanlah dengan iman yang teguh, apa yang kau hadapi juga dihadapi oleh anak-anak Tuhan yang lain, jadi tunjukkan dirimu punya nilai keteladanan.
.


(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah—YF)