Reformasi Rohani Model Yosia (2 Raja-Raja 22:1-20 dan Yohanes 16:13)

Reformasi Rohani Model Yosia (2 Raja-Raja 22:1-20 dan Yohanes 16:13)

Categories:

Khotbah Minggu 23 Mei 2021

Reformasi Rohani Model Yosia (2 Raja-Raja 22:1-20 dan Yohanes 16:13)

Pdt. Tumpal H. Hutahaean, M.Th.

 

 

PENDAHULUAN

 

            Kita akan melihat 2 Raja-Raja 22:1-20 dan Yohanes 16:13. Mengapa warisan iman Hizkia tidak berdampak kepada Manasye? Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Hizkia melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Tidak ada cacat cela, namun mengapa anaknya yaitu Manasye melakukan apa yang jahat di mata Tuhan? Apakah hal ini menunjukkan adanya kelalaian pendidikan iman kepada anaknya? Mengapa Tuhan membiarkan Yehuda kehilangan identitas jati dirinya di zaman raja Manasye dan raja Amon? Mereka semua menyembah berhala dan mendukung semua itu. Jika demikian, dari mana Yosia bisa mengenal Tuhan dengan benar? Ayah atau kakeknya tidak pernah mengajarkan iman yang benar. Masa 57 tahun dari Hizkia ke Yosia tidak mengandung pengajaran iman, jadi bagaimana Yosia bisa mengenal Tuhan? Apakah hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak tidur/diam dalam mengontrol sejarah-Nya untuk umat pilihan-Nya (Yehuda)? Allah tidak tidur dan tidak diam. Ada kedaulatan Tuhan yang melampaui sejarah manusia.

 

 

PEMBAHASAN: Anugerah dan Pemeliharaan Tuhan

 

            Kita hidup dalam anugerah Tuhan. Semua hal yang terjadi dalam hidup kita ada dalam kedaulatan Tuhan. Dari mana Yosia mengenal Tuhan? Ada jeda 57 tahun di mana Yehuda tidak diajarkan iman yang benar. Yosia berumur 8 tahun ketika ia menjadi raja. Ia memimpin selama 31 tahun lamanya. Jadi ia masih sangat kecil ketika ia menjadi pemimpin. Matius 19:14       Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” Mungkin pada saat itu ada orang-orang yang tidak mau Yosia memimpin karena ia masih sangat muda. Namun ini adalah kedaulatan Tuhan yang tidak bisa dikalahkan oleh ketakutan manusia. Manasye yang memerintah selama 55 tahun dan Amon selama 2 tahun menyembah Baal. Hizkia yang memimpin selama 29 tahun sangat takut akan Tuhan. Mengapa iman Hizkia tidak berdampak pada Manasye? Mengapa kefasikan Amon tidak berdampak pada Yosia? Jadi orang tua yang takut akan Tuhan belum tentu akan memiliki anak yang takut akan Tuhan begitu pula sebaliknya.

 

            Ulangan 6:6-7 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Ini berarti orang tua punya tanggung jawab dalam pendidikan iman anak. Hizkia baik dan takut akan Tuhan namun ia kurang bijaksana dalam mendidik iman anaknya. Jadi tidak cukup menjadi orang benar dan baik di mata Tuhan. Kita juga harus bijaksana dalam mendidik anak. Daud adalah orang yang takut akan Tuhan, namun ia juga gagal dalam mendidik anak. Anaknya yaitu Absalom memberontak terhadapnya dan mengambil kerajaannya. Namun melalui doa Daud ada pembaruan yang terjadi yaitu Salomo menjadi generasi penerus yang dipakai oleh Tuhan. Selain memerhatikan kerohanian kita sendiri, kita juga harus mengajarkan iman kepada orang lain, terutama anak-anak kita. Matius 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Jadi setiap orang Kristen pada satu titik dalam hidupnya pasti menjadi pengajar. Kita punya peran dalam mengubah cara pandang orang lain untuk melihat Tuhan dan semua hal dengan benar.

 

            Selama 57 tahun tidak ada teladan iman. Yosia lahir ketika kakeknya (Manasye) masih hidup karena ayahnya (Amon) memimpin hanya selama 2 tahun. Hal ini bisa membuat kita berpikir bahwa tidak mungkin akan ada raja yang takut akan Tuhan. Pasti orang-orang yang menyembah berhala mau Yosia juga menyembah berhala seperti mereka. Namun dalam masa 57 tahun itu Tuhan tidak tidur. Ada orang-orang seperti Hilkia yang terus mendoakan untuk Kerajaan Allah. Yosia mengenal Tuhan dari Hilkia. Ada penafsir yang menyatakan bahwa nabi Yeremia lahir dari imam Hilkia. Mungkinkah raja yang berumur 8 tahun bisa sukses dalam memimpin? Kita pasti tidak mau jika mendapatkan presiden yang berumur 8 tahun. Namun ini semua ada dalam kedaulatan Tuhan dan ternyata Tuhan memakai Yosia untuk melakukan pembaruan di kerajaan Yehuda. Selain Hilkia, pasti ada orang-orang penyembah berhala yang juga mau memengaruhi iman Yosia. Namun cara Tuhan untuk melakukan pembaruan pasti melampaui akal dan pikiran manusia. Imam Hilkia punya pengharapan dan kerinduan agar kerajaan Yehuda kembali kepada Tuhan. Hilkia memengaruhi Yosia seperti Yesaya memengaruhi Hizkia. Di sini kita melihat bahwa peran seorang rohaniawan sangat penting bagi seorang pemimpin. Seorang raja harus terbuka untuk diajarkan Firman Tuhan. Siapa yang memengaruhi iman kita?

 

            Pada umur 16 tahun Yosia mencari Tuhan (2 Tawarikh 34:3). Ini berarti ia mau mendalami Firman Tuhan. Komitmen iman adalah kunci penyertaan Tuhan untuk Yosia. Jadi ada masa 8 tahun di mana ia mempelajari apa yang terbaik untuk kerajaannya. Banyak remaja berumur 16 tahun masih belum stabil, namun Yosia sudah menetapkan hati untuk menjadi murid kebenaran. Kisah Para Rasul 2:1-4 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. ‘Angin’ bisa berarti kehadiran dan kuasa Tuhan. ‘Api’ bisa berarti penghakiman atau penyucian dari Tuhan. Di mana Roh Kudus turun selalu ada reformasi dan pertobatan. Kita akan didorong untuk mencintai Alkitab. Luther dan Calvin menekankan bahwa manusia harus kembali kepada Alkitab (Sola Scriptura). Mereka mengajarkan 5 Sola untuk mengingatkan kita bahwa kita harus kembali kepada Tuhan. Kemurnian iman kita bergantung pada sampai sejauh mana kita mau mengikuti Alkitab. Sola Scriptura akan memengaruhi Sola Fide kita dan Sola Fide akan membawa kita kepada Solus Christus. Pada akhirnya kita akan menyadari bahwa semua adalah Sola Gratia dan semua kemuliaan adalah untuk Allah (Soli Deo Gloria). Pasti Roh Kudus bekerja dalam diri Yosia sampai ia memutuskan untuk menjadi murid kebenaran.

 

            Allah Roh Kudus adalah Pribadi ketiga Allah Tritunggal. Ia bukan sekadar kuasa tanpa pikiran seperti yang diajarkan oleh banyak pengajar di masa kini. Allah Roh Kudus bekerja untuk membawa kita kepada seluruh kebenaran. Ini berarti Ia memiliki akal budi. Alkitab juga menyatakan bahwa kita tidak boleh mendukakan Allah Roh Kudus. Ini berarti Allah Roh Kudus adalah Pribadi yang memiliki emosi. Roh Kudus juga mengarahkan Paulus dalam pelayanan misinya. Ini berarti Roh Kudus memiliki kehendak. Yosia bisa memiliki komitmen rohani pasti karena pimpinan Allah Roh Kudus. Jadi kita tidak boleh meremehkan anak-anak remaja. Mereka bisa dipakai oleh Allah Roh Kudus untuk melayani Tuhan. Mereka bisa dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan penuh waktu. Ketika Yosia memutuskan untuk mencari Tuhan, orang-orang penyembah berhala mungkin terkejut dan merasa ini adalah ancaman bagi mereka. Namun hal ini menyenangkan hati Hilkia. Anugerah Tuhan yang paling penting bagi kita adalah pemeliharaan iman. Pemeliharaan tubuh itu sangat mudah dan bukan yang terpenting. Mazmur 23 mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan memelihara iman, hati, dan karakter kita. Allah adalah gembala kita. Ia memimpin kita dalam jalan yang benar. Allah mengirim Roh Kudus untuk membimbing kita supaya kita tetap bisa memiliki damai dalam setiap kesulitan. Kita diberikan penguasaan diri. Mazmur 23:5 menyatakan bahwa kita bisa makan di hadapan musuh-musuh kita. Kita membutuhkan pemeliharaan Tuhan dalam semua aspek ini.

 

 

KESIMPULAN

 

            Anugerah pemeliharaan Tuhan untuk Yosia itu sungguh nyata. Ini adalah berkat bagi orang-orang seperti Hilkia. Mereka semua bersukacita karena setelah 57 tahun mereka bisa melihat iman yang benar. Dari mana sumber kepekaan rohani dan keberanian Yosia melakukan reformasi rohani untuk Yehuda? Yosia membuat tim kerja untuk memperbaiki Bait Suci. Tujuan apa yang mau dicapai oleh Yosia dalam program reformasi rohani ini bagi Yehuda? Ia mau seluruh kerajaannya disucikan untuk Tuhan. Kita semua membutuhkan anugerah pemeliharaan Tuhan. Iman kita dipelihara melalui pembacaan Firman Tuhan setiap hari. Tuhan memelihara karakter kita dan memberikan kita kedamaian. Secara fisik kita pasti mengalami kemunduran ketika kita menjadi semakin tua, namun iman kita tidak boleh mundur. Iman merupakan anugerah Tuhan untuk Yosia sehingga ia bisa menjalankan reformasi rohani.

 

 

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah – TS)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).