BERDOA UNTUK KEKUDUSAN

Kita dapat berdoa agar semua perintah, janji dan nubuatan di dalam Alkitab yang ditujukan untuk kita dapat dipenuhi di dalam kita. “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan” (1 Tesalonika 4:3). Dan, jika Anda berdoa untuk pengudusan, Anda boleh merasa yakin bahwa Allah akan menguduskan. Manusia dapat mengenal kasih Allah hanya karena kehendak-Nya; mintalah pada Allah untuk menyatakan kasih-Nya melalui Roh Kudus, dan Anda dapat diyakinkan bahwa Dia akan melakukannya. Dan, itu akan berlaku sama untuk semua janji yang ada di dalam Firman Allah: “”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Matius 7:7).

Apakah Anda menyadari bahwa Anda tidak cukup mengasihi sebagaimana yang sepatutnya? Katakanlah dengan jujur kepada-Nya; mintalah agar Dia mencurahkan kasih-Nya di hati Anda, dan Ia akan mengabulkannya. Apakah Anda kuatir akan dosa tertentu yang selalu menjerat Anda? Berdoalah dengan yakin. Ini adalah kehendak Allah bahwa Anda seharusnya dibebaskan dari dosa; jadi berdoalah untuk itu. Apakah Anda sungguh menginginkan hati yang selalu bersih? Jadi, berdoalah seperti Daud (“Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh,” Mazmur 51:10), dan dapat saya tegaskan bahwa berdasarkan Firman Allah dan karakter-Nya, pastilah Ia akan menjawab doa Anda, dan darah Kristus akan menyucikan Anda dari segala dosa dan kesalahan Anda. Bacalah lagi Alkitab Anda, dan buatlah daftar janji Allah kepada Anda; bawalah itu semua kepada-Nya, paparkanlah semuanya di hadapan hadirat-Nya, mintalah dengan sangat, dan yakinlah bahwa permohonan Anda akan dikabulkan. Anda sudah mendapatkannya, dan sesuai dengan waktu dan cara-Nya, Allah akan membuatnya menjadi kenyataan yang menyukakan hati Anda sepenuhnya.

Untuk direnungkan: Kita dapat berdoa agar semua perintah, janji dan nubuatan yang ada di dalam Alkitab dapat digenapi di dalam kita.

Mari doakan:
1. Persiapan HUT GRII Cikarang pd bulan February
2. Rencana program Penginjilan di tahun 2018 baik dlm kota maupun luar kota
3. Gerakan membaca Alkitab setahun di jemaat GRII Cikarang

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 9: Butir Kedua (3) Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita

Kita pernah bicara tentang butir kedua ini sebelumnya, yakni sebagian tentang ke-Tuhan-an Yesus. Yahudi belum pernah membayangkan Yesus itu Tuhan. Mereka hanya tahu Yahweh-lah Tuhan, Raja, Pemilik, dan Allah sejati. Siapa yang dilahirkan wanita yang boleh disebut Tuhan? Bagi mereka ini konyol, tidak masuk akal, dan tidak bisa diterima. Maka, saat PIR diutarakan pada dunia, mengejutkan umat manusia dan berbeda dengan arus sejarah. Yesus Kristus, Tuhan kita, Ialah Anak Allah yang tunggal, dinaungi Roh Kudus, dilahirkan anak dara Maria. Inilah butir kedua tentang Kristologi.

Jika kita mengira kita sudah mengenal Kristus, maka kita masih jauh dari kesempurnaan, karena Alkitab mengandung kelimpahan dan kekayaan yang dikatakan tak terbatas. Ia memiliki Roh yang tak terhingga. Yesus diberikan Roh tak terbatas dalam diri-Nya, maka manusia sudah lebih dari 2.000 tahun mengisahkan dan mengkhotbahkan Kristus masih belum selesai, karena kelimpahan kekayaan yang melampaui pengetahuan, logika, dan rasio manusia. Dalam Kitab Filipi dan Efesus, Paulus berkata bahwa tersimpan kesempurnaan dan kelimpahan yang tak terhingga dari hikmat Allah di dalam diri Kristus, Anak-Nya. Kenapa Seminar Kristologi 30 tahun lalu saya selesaikan dalam 3 hari, tetapi setelah 35 tahun kita sudah 3 kali Seminar Kristologi (jam 09.00-16.00) dan masih belum selesai? Mungkin perlu beberapa kali lagi seminar dengan tema langka, tetapi berasal dari Alkitab, mengupas kelimpahan Kristologi.

Yesus disebut sebagai Tuhan menggemparkan Kekaisaran Romawi, karena Kekaisaran Romawi hanya mengakui satu tuhan, yaitu kaisar. Bagi Romawi, kaisar itu anak dewa/ilah. Tetapi ilah-ilah mereka itu ilah mitologis. Bagi mereka, yang bisa jadi raja bukan anak manusia biasa, pasti anak ilah yang punya kuasa, hikmat, karisma, dan bakat yang luar biasa untuk menguasai dan mengontrol umat manusia. Mereka menjadi congkak dan menjadikan diri mutlak, melecehkan Kitab Suci dan Allah Yahudi. Mereka berkata, Yahudi tidak boleh memanggil Yahweh Tuhan dan harus memanggil kaisar Romawi sebagai tuhan. Yahudi membenci hukum ini dan tidak mau memanggil kaisar sebagai tuhan, hanya memanggil Allah saja Tuhan. Maka pembantaian dijalankan, tentara Romawi yang angkuh dan menganggap diri kekaisaran terbesar di dunia, tiada lawannya, mulai membunuh orang Yahudi, para imam mereka dibantai dan mengalirkan darah seperti sungai di Yerusalem. Tetapi orang Yahudi tetap berkata, “Biar para imam dan pemimpin kami dibunuh, kami tetap tidak mau memanggil kaisar tuhan, karena Tuhan kita hanya satu, tidak di dunia, tetapi di sorga, yaitu Yahweh, Sang Pencipta langit dan bumi.” Mereka semakin marah dan membunuh lebih banyak, tetapi tetap tidak satu pun yang mau takluk. Romawi mulai mempertimbangkan. Ini kelebihan dan keunikan Yahudi. Selama ribuan tahun, Yahudi tetap kukuh dan kuat sampai hari ini. Mereka menghasilkan Einstein, Karl Marx, dan orang-orang penting lain, di bidang musik, politik, pendidikan, dan keuangan. Ini bangsa yang sangat unik dan ajaib. Tiap tahun minimal ada dua orang Yahudi yang mendapat Nobel Prize. Horowitz, Rubinstein, Bernstein, para conductors terbesar banyak yang Yahudi. Mereka bilang, “Tidak, kami tidak menyembah yang lain. Kami hanya menyembah Yahweh sebagai Tuhan, karena Ia Pencipta langit dan bumi.” Akhirnya, Romawi berkata, “Sudahlah, bangsa ini diberi dispensasi, boleh menyebut Yahweh sebagai Tuhan. Walaupun kami tidak tahu Yahweh itu di mana, ada atau tidak pun saya tidak tahu, tidak lihat.” Maka, Yerusalem diizinkan menyebut Yahweh Tuhan, di luar tanah itu semua harus memanggil kaisar tuhan. Kaisar disebut tuhan, maka liarnya dan kasarnya sama sekali tidak masuk akal. Seluruh warga kekaisaran, dari hidup, tubuh, jiwa, dan kebebasannya, semua miliknya dan tidak ada hak memilih cara hidup dan memilih tinggal di mana. Suatu hari, Kaisar Caligula, duduk di serambi istana melihat kota Roma. Ia melihat sepasang suami istri baru keluar dari upacara pernikahan, berjalan pulang melewati istana. Caligula melihat pengantinnya sangat cantik, ia langsung birahi dan berkata kepada pengawalnya, “Tangkap wanita itu dan bawa ke kamarku.” Maka, suaminya dipukuli lalu istrinya diikat, dibawa ke istana, dan diperkosa kaisar 3 hari 3 malam. “Karena aku tuhanmu, aku memiliki tubuh dan jiwamu.” Ini Kekaisaran Romawi.

Tahun 1920-an, Will Durant menulis buku, The Story of Philosophy, yang saat itu dalam 3 bulan terjual puluhan ribu volume. Ia menulis filsafat dengan gaya narasi, hingga menarik puluhan ribu orang membelinya. Buku itu sering dibaca Presiden Soekarno, dan banyak pengetahuannya diambil dari buku itu. Kurang lebih 40 tahun yang lalu saya membelinya. Durant berkata, Kekaisaran Romawi bukan dihancurkan tentara yang sangat kuat dari luar. Ia dihancurkan karena kerusakan dosa dari dalam mereka sendiri. Saya merenungkan hal ini. Suatu negara menjadi kuat jika negara itu menghormati seks, keluarga, dan kesucian. Tetapi jika negara melecehkan dan mempermainkan seks, melampiaskan nafsu, memerkosa, dan sebagainya, maka negara itu akan hancur. Pemerintahan yang sangat serius menghadapi persoalan pelecehan seks akan diberkati Tuhan. Ini dalil sejarah selama ribuan tahun. Kenapa Sodom dan Gomora hancur? Kekaisaran Romawi hancur? Di zaman Nuh, kenapa Tuhan menghabiskan dunia dengan air bah yang besar? Karena pelampiasan seks yang tak terkendali menjadi kebencian Tuhan. Kekaisaran Romawi yang saat itu terbesar sepanjang sejarah—melingkupi Asia bagian Barat, Afrika bagian Utara, dan seluruh Eropa—akhirnya hancur. Mereka membuat suatu kekaisaran dua sistem: Semua mesti memanggil kaisar sebagai tuhan dan takluk kepadanya, kecuali di Israel boleh memanggil Yahweh sebagai Tuhan. Hanya iman kepada Allah sejati yang membuat masyarakat berpendirian kuat. Bangsa-bangsa, besar maupun kecil, tidak mungkin tidak lenyap jika Tuhan menghendaki, dan semua ini tergantung sikap mereka kepada Tuhan. Sejarah menjadi guru besar yang mendidik kita bagaimana hidup lebih sesuai kehendak Tuhan.

Saat Romawi melihat orang Kristen di antara Yahudi percaya Yesus juga Tuhan, maka mulai timbullah kemarahan mereka. “Dulu membiarkan kalian percaya Yahweh Tuhan, karena Yahweh tidak tampak. Tetapi sekarang memanggil Yesus Tuhan. Yesus yang lahir di Betlehem, besar di Nazaret, mati disalib di Golgota, manusia yang secara sejarah pernah ada.” Beda dengan para dewa Yunani yang tidak pernah hidup di dunia atau hidupnya sementara, kecuali Achilles dan Jupiter yang menurut mereka pernah datang muncul dalam sejarah. Tetapi mereka bukan seperti manusia yang pernah lahir dan dibunuh seperti Yesus. Maka, semua yang memanggil Yesus Tuhan dipenggal kepalanya.

Dunia mulai berubah di zaman Paulus. Kenapa Paulus dipenggal kepalanya, sedangkan Petrus disalibkan? Karena mereka menghukum warga bukan Romawi dengan dipermalukan dan disalibkan. Sedangkan hukuman terberat warga Romawi yaitu dipenggal kepalanya. Kristen yang dibunuh selama 300 tahun mungkin lebih dari 3 juta manusia. Karena mereka tidak mau memanggil kaisar tuhan. Sekarang, Kristen abad ke-21 maunya hanya kekayaan dan berkat, lalu menjadi sombong. Inilah yang akan menghancurkan kekristenan yang bobrok, karena tertipu pemimpin Karismatik yang tidak jujur, tidak bertanggung jawab, dan tidak mencintai Tuhan. “Jika mau kaya berilah persembahan.” Perpuluhan dimiliki pendeta. Penipuan seperti ini menghancurkan kekristenan. Gereja yang baik, tidak penuh; gereja yang tidak keruan, penuh terus. Karena mereka hanya mau injil palsu yang tanpa salib, penyangkalan diri, dan ketaatan kepada Tuhan dan firman-Nya, dan hanya ingin memuaskan keegoisan diri. Gereja harus ingat, di abad pertama bagaimana orang Kristen menyangkal diri, memikul salib, menderita, dan mati martir karena menjalani kehendak Tuhan. Biarlah kita mengerti, mengingat, dan meneladani jemaat mula-mula yang setia kepada Injil dan Kristus.

Butir ke-2, “Dan kepada Yesus Kristus, …, Tuhan kita,” tidak bisa diterima Kekaisaran Romawi. Semua pemimpin dunia sangat sombong. Pada Perang Dunia II, di Jepang ada Hirohito, di Jerman ada Hitler, di Italia ada Mussolini. Mereka merasa dirinya besar dan ilahi. Kata ‘Jepang’ berasal dari kata Ni (artinya matahari) dan Hon atau Pon (artinya asal/mula), maksudnya negara di mana matahari berasal, seluruh dunia melihat matahari karena matahari keluar dari Jepang. Jepang menganggap diri yang paling Timur, maka matahari terbit dari Jepang. Jepanglah yang memberkati bumi dengan menerbitkan matahari menyinari seluruh muka bumi. Sombong sekali. Matahari di sorga, keturunannya di bumi menjadi kaisar. Jadi, kaisar Jepang itu anaknya matahari, anaknya sorga. Kaisar turun dari langit, dialah yang terbesar, di seluruh dunia hanya satu ilah, yaitu kaisar Jepang. Saat PD II, Amerika menjatuhkan bom di Nagasaki dan Hiroshima, bom atom yang dijatuhkan ke Hiroshima dinamai Little Boy. Setelah Hiroshima dibom, karena radiasi atomnya, kulit penduduknya mulai bintik-bintik, menjadi luka darah yang beracun, dan dalam 1-3 tahun mereka akan mati. Beberapa tahun selanjutnya yang mati bertambah sampai lebih dari 150 ribu orang. Hiroshima dibom dengan Little Boy seperti jamur raksasa melanda langit, semua orang ketakutan. Dahsyatnya cahaya lebih dari 10 ribu kali matahari, sehingga orang-orang langsung mati, rumah-rumah yang hancur lebih dari 100 ribu. Saat dijatuhkan, bomnya meledak di langit tepat waktu yang ditetapkan, dan radiasinya mencapai lebih dari 10 km, maka semua penduduk di sana langsung mati. Di hari ke-3, kaisarnya baru sadar, ia hanya manusia, bukan anak dewa yang turun dari sorga. Sedangkan bom yang di Nagasaki dinamai Fat Man, yang ukurannya lebih besar lagi. Jenderal McArthur berkata, “Kita jangan memusnahkan Hirohito.” Karena ia diperdewa demikian mutlak. Jangan membuat seluruh Jepang membenci seluruh dunia, karena Jepang punya gairah, keberanian, kekuasaan, dan ambisi yang besarnya lebih dari Hitler/Jerman. Ini negara yang menakutkan. Tahun 1905 Jepang memakai kapal-kapal kecil mengelilingi, menghancurkan bagian bawah kapal induk Rusia dengan bom kecil-kecil, lalu menenggelamkannya. Jepang tidak takut kepada Amerika, Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman, dan Rusia. Mereka menganggap Rusia negara terbesar secara teritori di dunia pun kalah, siapa lagi yang perlu mereka takuti. Maka, mereka sengaja pura-pura bersekutu dengan Hitler dan Mussolini, padahal sesudah selesai semuanya, Jerman dan Italia pun akan dihancurkan. Di atas kapal induk USS Missouri, Jenderal McArthur dan Kaisar Hirohito menandatangani perjanjian. “Sesudah ini Jepang menyerah, menarik kembali semua serdadu di seluruh dunia, dari Asia Tenggara, Hawaii, Amerika. Selain itu, tidak boleh lagi mengembangkan militernya (AD, AL, dan AU).” Jepang diikat agar tidak bisa berkembang lagi sampai hari ini. Sekarang Jepang sedang mencoba bergerak kembali, menguatkan militernya. Sejak tahun 1945 di bawah tekanan seluruh dunia, Jepang dan Jerman tidak boleh mengembangkan militer lagi. Ini salah satu sebab, Jerman dan Jepang bisa mengembangkan ekonominya.

Dalam 20 tahun kemudian, Indonesia akan diberkati Tuhan dan berkembang, jika keadilan dan kejujuran bisa dijalankan dengan baik. Indonesia akan menjadi salah satu negara terkuat di dunia. Jepang, Jerman, dan Italia gagal, PD II selesai. Saat mulai PD II, Hitler mulai dari Eropa mengembangkan pengaruh dan kuasanya dengan arogansi yang tak terkendali. Tuhan membiarkannya. Saat Tuhan membiarkan seseorang, orang itu celaka dan bukan dapat kebebasan. Tetapi jika Tuhan masih mau campur tangan, menegur, menghindarkan, dan memberi batasan agar kebebasanmu diikat, dipengaruhi Tuhan, berarti Tuhan masih mencintaimu. Kita hidup dalam dunia yang serba paradoks dan tidak logis, tetapi itulah cara Tuhan menangani dan memberkati manusia yang melampaui pikiran kita. Hitler tidak pernah berpikir bahwa ia bisa kalah. Satu-satunya orang yang bisa membuat bom atom hanya ada di Jerman, seorang Yahudi. Tuhan mengizinkan Hitler membenci dan menganiaya Yahudi, akhirnya berkat yang sudah ditaruh di Jerman ditarik keluar. Einstein lari ke Amerika. Ini semua rencana Allah yang lebih tinggi dari para pemimpin dunia, karena yang memimpin sejarah bukan manusia tetapi Tuhan. Tuhan membiarkan penganiayaan Jerman atas Yahudi, lalu Yahudi melarikan diri ke Amerika. Akhirnya Amerika diberi tugas menghentikan PD II melalui bom atom. Hari Hitler tahu ia tidak bisa menang, karena pimpinan Tuhan agar ia harus kalah, karena ia jahat, atheis, melawan Tuhan, dan menghina gereja. Tuhan membiarkan manusia bebas, liar, semau sendiri, sampai saat manusia sudah terlalu kurang ajar, Tuhan berkata, “Mené, mené, tekél ufarsin” (“Masa pemerintahan tuanku dihitung Allah dan telah diakhiri”). Apa yang dikatakan kepada Raja Belsyazar di Babel juga dikatakan pada Jepang dan Jerman. Saatnya tiba, Hitler tidak berani ada di muka bumi, ia turun ke bunker yang sangat dalam di bawah tanah. Tempat teraman di dunia, ia bersama pacarnya, beberapa jenderalnya, dan seekor anjing yang setia. Jika ia harus mati, pacarnya harus mati dulu. Dia tidak ingin membiarkan pacarnya dipermainkan musuh. Dan ia terlalu sayang anjingnya, ia juga membiarkan anjingnya mati. Saat semua laporan sampai ke bunker memberitahunya, bahwa sekarang pasukan Sekutu dan Rusia sudah masuk Berlin. Pasukan Rusia dipimpin Jenderal Zhukov, pasukan Sekutu dipimpin Jenderal Eisenhower. Kedua jenderal itu masuk ke Berlin, mau memperebutkan siapa lebih dahulu menaklukkan Hitler. Akhirnya mereka berdiri di atas bunker dan Hitler tidak tahu. Zhukov berjabatan tangan dengan Eisenhower. “Kita telah mengalahkan Jerman dan akan menyelesaikan PD II di Eropa. Hitler akan kita temukan dan bunuh.” Hitler tahu ia tidak ada hari depan dan tidak bisa melarikan diri, semua bawahannya sudah memberontak kepadanya, maka ia memberi racun yang pertama pada anjingnya yang sangat setia, lalu pada pacarnya. Sesudah mereka mati, akhirnya ia mengambil pistol dan menembak dirinya sendiri. Hitler dan Mussolini mati, tetapi Hirohito diizinkan hidup. Saat matinya, jasad Mussolini dibawa ke alun-alun kota Roma, orang-orang di Roma dipersilakan menghina dan meludahi mayatnya. Banyak orang sengaja datang untuk meludahi Mussolini. Seluruh badan Mussolini penuh ludah dan kotoran mulut. Ini cara Tuhan mempermalukan orang yang sombong. Saat para kaisar menganggap diri paling hebat, Tuhan mempermalukan mereka. Setahu saya, selain Yudas Iskariot yang gantung diri dan tubuhnya putus, hanya Saddam Hussein yang tubuhnya pun putus. Saya tidak mengerti, kenapa tulang dan uratnya tidak kuat. Semua orang yang digantung di sana, tubuhnya masih utuh. Hanya mereka yang tubuhnya putus dan jatuh. Tali rafia saja ditarik-tarik tidak mau putus, apalagi ini urat-urat di kepala, tetapi urat-urat di kepala Saddam putus. Tuhan mempermalukan dia.

Para kaisar menyebut diri, “Akulah tuhan.” Maka, Tuhan mengharuskan Kekaisaran Romawi hancur. Sama seperti yang dikatakan Will Durant, bahwa Kekaisaran Romawi bukanlah dihancurkan kekuatan militer dari luar, tetapi dihancurkan diri mereka sendiri, yaitu pelampiasan nafsu seks yang tidak beres. Mereka hancur satu per satu. Jangan main-main dengan Tuhan. Sekarang saya tanya, “Siapakah Tuhanmu?” Kau menyebut “Yesus Tuhan” dalam mulutmu, bagaimana hatimu? Dari mana kita tahu siapa Tuhan kita? Dari perilaku dan kesungguhan serta dorongan jiwa kita, maka kita tahu Tuhan kita yang mana. Kenapa lihat wanita langsung birahimu timbul? Karena tuhanmu bukan Yesus, tetapi nafsu seks. Kenapa lihat tempat berjudi kau ingin masuk? Karena tuhanmu bukan Yesus, tetapi ketamakan. Kenapa jika ada kesempatan mencari uang lebih banyak meski caranya tidak beres, kau lupa ke gereja dan berdoa? Karena tuhanmu bukan Yesus, tetapi kerakusan. Siapa Allahmu? Siapa Tuhanmu? Biarlah kau mengintrospeksi diri hari ini, sekarang ini, dan datanglah pada Tuhan. Katakan kepada-Nya, “Tuhan, Engkaulah Tuhanku.” Jangan main-main. Barang siapa mempertuhankan seks, kekayaan, dan kekuasaan, biarlah ia bertobat. Jangan biarkan apa pun menjadi tuan dan raja kita. Hanya Yesus Kristuslah Raja kita, karena Ia yang telah menebus kita dengan darah-Nya dan kita kembali menjadi milik-Nya. Sepatutnyalah kita memanggil Yesus itu Tuhan kita. Amin.