Katekismus Heidelberg P 23 – Pengakuan Iman Rasuli

Renungan harian

10 Mei 2021

Katekismus Heidelberg

P23 – Pengakuan Iman Rasuli

Pert. Bagaimana bunyi Pasal-pasal Pengakuan Iman itu?

Jaw. Aku percaya kepada Allah Bapa, Yang mahakuasa, Khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita,

yang dikandung dari Roh Kudus,

lahir dari anak dara Maria,

yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus,

disalibkan, mati dan dikuburkan,

turun ke dalam kerajaan maut,

pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati,

naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa,

dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus.

Aku percaya adanya gereja (Kristen) yang kudus dan am,

persekutuan orang kudus,

pengampunan dosa,

kebangkitan daging,

dan hidup yang kekal.

Pengakuan iman merupakan bentuk ringkasan dan singkat dari iman Kristen yang membedakan Gereja dari beragam aliran. Pengakuan iman ini disebut ‘rasuli’ karena mengandung substansi doktrin para rasul yang harus dipegang oleh orang-orang percaya. Pengakuan iman ini bersifat ‘katolik’ karena semua orang Kristen hari memercayai ini.

Pengakuan iman menyatakan poin-poin ajaran utama yang dipegang oleh orang Kristen. Orang yang mengaku Kristen namun menolak pengakuan iman ini dapat dinyatakan telah menyimpang dari ajaran para rasul. Kita perlu memahami bahwa pengakuan iman tidak lebih tinggi daripada Alkitab tetapi dibuat berdasarkan pengajaran Alkitab. Suatu pengakuan iman menjadi standar yang kuat selama pengakuan iman tersebut berdasar pada Alkitab dengan tafsiran yang tepat.

Gereja yang sehat adalah Gereja yang memiliki dan menyatakan pengakuan imannya secara terbuka dan jelas serta mengajarkannya kepada semua jemaat.

Referensi:

Commentary on the Heidelberg Catechism by Dr. Zacharias Ursinus

Katekismus Heidelberg P22 – Apa yang Kita Imani?

Renungan harian

3 Mei 2021

Katekismus Heidelberg

P22 – Apa yang Kita Imani?

Pert. Apa yang perlu diimani oleh seorang Kristen?

Jaw. Segala sesuatu yang dijanjikan kepada kita dalam Injil (a). Isi pokoknya diajarkan kepada kita melalui Pasal-pasal Pengakuan Iman Kristen yang am dan pasti.

(a) Yoh 20:31.

Allah memberikan janji dan kita harus percaya. Kita percaya bahwa Allah itu maha kuasa dan tidak mungkin berdusta, sehingga semua janji-Nya pasti tergenapi. Mazmur 12:7 Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Mazmur 18:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

Di dalam sejarah, Gereja merumuskan pengakuan-pengakuan iman berdasarkan Alkitab untuk menegaskan apa yang Gereja percaya dan apa yang Gereja lawan. Pengakuan iman disusun secara sistematis dan sesuai konteks Gereja pada saat itu. Namun ini bukan berarti bahwa pengakuan iman itu tidak lagi berlaku pada masa kini. Sebaliknya Gereja bisa mempelajari dan mengembangkan lebih jauh demi menegakkan pengajaran yang benar.

Poin-poin yang singkat dan sederhana merumuskan apa inti yang orang Kristen harus percaya. Tentu saja pengakuan iman tidak dapat menjelaskan semua hal yang tertulis dalam Alkitab, namun pengakuan iman bisa mengarahkan orang Kristen untuk menemukan apa saja hal-hal esensi yang harus dipercaya.