Latest Post

                                                           Pelayanan Kasih

                                                                 Pdt. Tumpal Hutahaean, M.A.E.

 

2 Korintus 8:1-2

“Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.”

Sejauh mana iman kita bertumbuh akan diikuti sejauh mana kasih kita mengalir kepada pekerjaan Tuhan. Karena itu setiap anak-anak Tuhan yang diizinkan sukses dalam berbisnis tidak lepas dari program Tuhan untuk kita sungguh menyatakan buah iman berkaitan dengan kasih yang semuanya mengarah kepada kerajaan Tuhan. Yang menjadi pertanyaan: “Mungkinkah seseorang memiliki pertumbuhan dalam kasih tetapi tidak diikuti dengan iman yang bertumbuh?” Atau: “Mungkinkah ada orang yang imannya bertumbuh tetapi justru kasihnya tidak bertumbuh dalam pelayanan kasih kepada orang lain?” Selain itu, “Mungkinkah ada orang belum percaya kepada Kristus punya kebaikan?” Atau “Mungkinkah ada orang Kristen yang tidak memiliki iman tetapi perduli dengan orang lain?” Semua jawabannya: Mungkin. Memang ada orang yang dicipta oleh Tuhan sudah memiliki modal kebaikan dalam dirinya atau pun keperdulian kepada orang lain. Orang tersebut mempunyai simpati lebih kepada orang lain. Alkitab mengajarkan kepada kita, kasih kita itu tidak boleh murahan. Kasih kita harus memiliki content (isi) dan ends (tujuan) untuk menyatakan kemuliaan Tuhan. Ketika kita belajar mendengarkan Firman, iman kita akan bertumbuh dan diikuti juga pertumbuhan dalam kasih kepada Tuhan dan sesama. Hal itu kemudian diekspresikan dalam seluruh hidup kita.

Pelayanan kasih itu respon terhadap kasih Allah yang berinisiatif. Pelayanan kasih tidak mementingkan diri tapi karena kita melihat segala sesuatu yang utama dalam pekerjaan Tuhan. Ketika kita ingin berbuat kasih, kita tidak boleh bermotivasi untuk kesombongan. Alkitab mengatakan “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu” (Matius 6:3). Prinsipnya apa? waktu memberi jangan untuk dipertontonkan. “God is Generous”, Allah itu murah hati tetapi tidak pernah bersifat murahan. Kuasa Tuhan diberikan tidak pernah bersifat murahan sehingga 12 murid Tuhan tidak ada ditugaskan untuk publikasi kuasa Tuhan tidak pernah bersifat murahan. Artinya Injil lebih penting daripada nilai mujizat itu sendiri. Karena Injil merupakan satu nilai esensi merubah hidup manusia. Tuhan mau panggilan Injil menjadi panggilan yang terutama. Roma 5:6-8 merupakan kunci rahasia mengapa Allah kita disebut Allah yang maha kasih dan mura hati:“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Di dalam bagian ini kita belajar bagaimana Tuhan menyatakan tindakan kasih kepada kita yang berdosa. Allah kita adalah Allah yang berinisiatif Allah dan mempunyai tujuan supaya kita yang berdosa berubah menjadi orang yang suci. Dalam Wahyu 2:8-9 dicatat ada jemaat Smirna yang miskin tetapi memberikan yang terbaik untuk pekerjaan Tuhan. Demikian jemaat Makedonia ada di sekitar Asia kecil dekat Filipi. Mereka hidup begitu susah, dihempit oleh pemerintahan pada saat itu, dan mendapatkan penganiayaan. Namun dibalik kesusahan, mereka mendapatkan kelimpahan kasih karunia. Karena mereka terlebih dahulu mengerti akan kasih Tuhan untuk hidup mereka. Mereka pun terdorong untuk menyatakan pelayanan kasih. Sampai sejauh mana kita memahami pengorbanan Kristus atas hidup kita sampai sejauh itulah kita akan mengerti bahwa hidup kita harus terus berani berbuat untuk pekerjaan Tuhan yang besar.

Pelayanan kasih mengutamakan kemuliaan Tuhan dinyatakan. Kita melihat inisiatif kasih dari jemaat di Makedonia karena pengertian akan kasih Allah. Ketika Reformed mengadakan pelayanan kasih ke tempat-tempat bencana alam, Pdt. Dr. Stephen Tong mengingatkan kepada kita untuk tidak menyembunyikan identitas kita. Nyatakanlah bahwa kita tim dari gereja, kita percaya bahwa nama Tuhan adalah nama yang berkuasa dan kita tidak boleh sembunyikan. Kita harus berani menyatakan kebaikan tetapi jangan sembunyikan siapa Yesus Kristus. Kita harus berani menyatakan kebaikan Tuhan supaya kemuliaan Tuhan yang dinyatakan. Jadi melalui kebaikan yang kita berikan orang itu bisa menyadari dirinya di hadapan Tuhan.

Pelayanan kasih didasarkan pada kekuatan iman kepada Kristus, Sang Pembela umatNya. Roma 8:31-32 berkata: “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” Dalam konteks ini menjelaskan kepada kita, Tuhan yang menyelamatkan kita dalam kasih karunia-Nya. Tuhan juga yang akan menyertai dalam kasih karunia-Nya untuk kita menyatakan kebesaran Tuhan di tengah-tengah kesulitan. Jemaat Makedonia percaya bahwa Kristus adalah Pembela yang Agung. Jemaat Makedonia mampu bukan karena mereka kaya. Mereka bisa dan karena mereka memiliki kekuatan iman. Demikian juga dengan jemaat Smirna yang terus memiliki kesetiaan kepada Kristus dalam kesulitan sekali pun. Bukan saja buah iman yang mereka tunjukkan tetapi buah kasih untuk bisa menyatakan hidup mereka yang sungguh-sungguh boleh bercahaya bagi Tuhan.Jangan kita melihat diri tetapi lihatlah Tuhan yang sanggup memberikan kepada kita segala macam karunia untuk kita bisa melakukan pekerjaan Tuhan yang besar.

Pelayanan kasih dinyatakan pada semua orang termasuk yang belum percaya kepada Kristus sebagai jembatan penginjilan. Di dalam Matius 5:44-45 mengatakan kepada kita “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” Rasul Paulus melakukan pelayanan Injilnya ke Eropa kepada orang-orang Kafir yang menista Tuhan dan mungkin berbuat jahat tetapi Rasul Paulus tetap mengasihi mereka. Jemaat Makedonia hidupa di tengah-tengah orang-orang kafir di Asia kecil yang memiliki kepercayaan berbeda. Tetapi ketika jemaat Makedonia tetap mendukung perkembangan Injil di sana. Mengapa mereka bisa demikian? Karena mereka belajar dari apa yang dikatakan Tuhan bahwa kita harus bisa menyatakan kasih kepada orang yang justru berbuat jahat kepada kita. Umat Tuhan sudah mendapatkan spesial grace (anugerah keselamatan) dan orang umum mendapatkan Common Grace (anugerah umum). Sehingga pada waktu mereka hanya menikmati matahari, udara, dan seluruh ciptaan Tuhan, tetap mereka tidak melihat kemuliaan Tuhan di dalam Yesus Kristus. Bagaimana caranya? Nyatakanlah kasih dan kebaikan, kepada orang banyak. Terlebih lagi kepada orang yang belum mengenal Tuhan di dalam Yesus Kristus. Kita percaya pelayanan diakonia untuk orang-orang yang tidak percaya bisa dipakai Tuhan sebagai jembatan Injil untuk orang lain bisa melihat Kristus. Mereka tidak melihat kesulitan dan tantangan menjadi besar. Tetapi yang mereka lihat semua itu kecil karena ada pekerjaan Tuhan yang besar dan harus mereka dukung untuk Injil boleh diberitakan di Asia kecil.

Pelayanan itu harus ada ketekunan dan konsistensi. Hidup ini adalah peperangan dimana harus ada ketekunan dan konsistensi, demikian juga dengan pelayanan. Tuhan Yesus berkata dalam Matius 7:11, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Artinya kita tidak usah takut untuk meminta sesuatu kepada Tuhan dengan tujuan untuk pekerjaan Tuhan. Jemaat Makedonia dan jemaat Smirna dimampukan oleh Tuhan karena mungkin pernah meminta Tuhan memberkati mereka melalui pekerjaan, uang, tenaga, pikiran dan semuanya untuk mendukung pekerjaan Tuhan. Maka permintaan kita yang paling mulia bukan meminta kita kaya untuk diri kita sendiri tetapi adalah jikalau kita boleh sungguh diberikan jiwa-jiwa untuk Tuhan. Tetapi kalau kita tidak sanggup memberitakan Injil, minimal kita meminta Tuhan memampukan kita melalui pekerjaan kita untuk mendukung pekerjaan pemberitaan Injil. Dalam 2 Korintus 8:1-2 mengajarkan kepada jemaat Korintus supaya mereka belajar dari jemaat Makedonia. Kasih jemaat Makedonia adalah kasih yang menerobos karena mereka mengerti satu prinsip bagaimana common grace diisi dengan spesial grace. Di sini berarti Rasul Paulus mengajarkan supaya kasih jemaat Korintus tidak sempit, supaya kasih mereka tidak terjebak dengan pengelompokan-pengelompokan yang akhirnya tidak memiliki kebesaran hati untuk Injil. Kasih jemaat Makedonia tidak tergantung pada keadaan. Mereka tetap melayani Tuhan dalam penderitaan sekalipun. Karena mereka percaya bahwa Tuhan tetap memampukan kita mengekspresikan nilai sukacita yang sejati dalam penderitaan. Jadi pada waktu kita hidup dipenuhi Roh Kudus maka dalam situasi apapun juga pasti kita memiliki sukacita (Galatia 5:22). Kalau Tuhan mengijinkan kita untuk mengalami penderitaan, pergumulan dan tantangan, semuanya itu akan membuat kita menjadi mutiara-mutiara iman yang lebih bersinar lagi. Karena itu kita harus bersyukur dalam segala hal. Dibandingkan kita memiliki jalan sukses, lancar, tidak ada hambatan dan mudah tetapi iman kita redup atau memalukan Tuhan. Jalan salib dalam kemuliaan-Nya memerlukan pengorbanan. Kemuliaan akan nyata di bukit Golgota. Demikian penderitaan akan membuat iman kita bercahaya lebih lagi.

Jemaat Makedonia ketika dicobai dalam keadaan berat, dan dalam berbagai macam penderitaan sukacita mereka meluap meskipun mereka sangat miskin namun mereka kaya dalam kemurahan. Maka di sini kita belajar bagaiamana kita mau memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Biarlah kita berdoa supaya kaya dalam kemurahan. Marilah kita melakukan pekerjaan Tuhan yang besar bukan hanya melalui uang tapi melalui pikiran, tenaga dan waktu yang Tuhan berikan. Marilah kita juga boleh menjadi saluran berkat bagi orang lain di sekitar kita. Dan yang lebih penting adalah kita ingin hidup kita berpusat kepada Tuhan. Sehingga kita tidak akan habis-habisnya menjadi berkat bagi orang-orang lain.

 

Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbahLG.

Pelayanan Kasih

Categories: Transkrip

                                                                 Pdt. Tumpal Hutahaean, M.A.E.

Author: Gracelia Cristanti