Latest Post

Terpujilah Allah Karena Berkatnya di dalam Kristus

Pdt. Tumpal Hutahaean

 

Efesus 1:3-14

Di sini kita akan melihat peran daripada Allah Tritunggal. Allah Bapa memilih kita, Allah Yesus Kristus yang menebus kita, dan Allah Roh Kudus yang memateraikan dan menjamin seluruh keselamatan kita. Kita harus percaya di mana kita mengerti penderitaan Kristus dalam dan luar biasa bagi kita maka di situlah kasih kita akan semakin dalam dan semakin besar terhadap Dia. 

Dalam Efesus 1:3 dikatakan “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Mengapa kita memuji Allah? Karena kita telah dipilih oleh Allah Bapa dalam kekekalan. Kata “terpujilah” menunjukkan kepada kita bagaimana kita harus memuji Allah Bapa dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah mengaruniakan kita kepada kita segala berkat rohani. Segala berkat bukan berkat fisik tetapi berkat rohani di dalam sorga. Rasul Paulus memakai gaya tulisan dalam bentuk nyanyian. Satu tulisan dalam bentuk nyanyian yang isinya mengutarakan tentang kasih Allah Tritunggal, rencana-Nya dan penggenapan-Nya. Mengapa Paulus bisa menuliskan suatu surat nyanyian untuk menyatakan gelora cinta kepada Tuhan yang berkaitan dengan kasih-Nya, ketetapan-Nya, dan penggenapan-Nya padahal Rasul Paulus sendiri di penjara? Itu menunjukkan kepada kita bahwa Iman yang sejati tidak mungkin bisa dibatasi atau dihambat oleh karena kesulitan. Tetapi iman sejati akan menerobos. Ketika kita menyelidiki ayat 1-14. Empat belas pasal ada 26 bentuk kata ganti yang semua kata ganti menggunakan kata kerja “oleh Dia” dan “di dalam Dia” sebanyak 11 kali. Selain itu, “Di dalam Kristus” dan “oleh Kristus” sebanyak 15 kali. Maka pada waktu kita menyelidiki kata ganti dalam bentuk kata kerja ternyata semua tertuju kepada Allah Bapa berarti ini menunjukkan kepada kita memang kita patut memuji kebesaran Tuhan karena Bapalah yang menjadi inisiatif keselamatan kita. Kita memuji Allah karena Ia sudah memilih, merencanakan dan menggenapi karya keselamatan atas kita. Artinya nyanyian ini adalah nyanyian yang mengandung doktrin. Ini menunjukkan kepada kita bagaimana pentingnya orang Kristen tetap punya penguasaan diri di saat-saat sulit dan tidak terjajah dan termakan oleh karena situasi.

Puji Tuhan kita boleh berbeda setelah kita tinggal di dalam Yesus Kristus. Mengapa demikian?  Karena kita percaya di dalam Kristus kita menjadi baik jikalau cita-cita kita menjadi manusia baru (the new man). Bagaimana kita tahu kalau kita sudah menjadi manusia baru? Semua akan kelihatan ketika kita memiliki hasrat dan semangat hidup yang baru. Serta keinginan yang baru yang menunjukkan kepada kita bahwa ternyata keinginan kita bukan lagi kepada dosa tetapi keinginan kita sekarang mengarah kepada Kristus. Dan dalam tujuan yang baru demi Kristus. Kalau ada orang yang sudah lahir baru namun masih senang hidup dalam dosa, maka hidupnya perlu dipertanyakan. Kalau orang sudah menjadi lahir bau tetapi tujuannya hanya untuk diri dan kemuliaan dirinya maka keselamatan seperti ini perlu dipertanyakan. Manusia yang baru memiliki pola hidup yang baru karena kita sudah lahir baru dalam Yesus Kristus. Dan melaui hidup kita yang baru, orang lain datang dan memuliakan Allah yang diajarkan alkitab.

Dari bagian ini juga disampaikan akan suatu sukacita. Suka cita orang beriman akan tertuju kepada orang beriman dan akan menyatakan sumber iman dan kualitas iman. Kita bersukacita karena di dalam Kristus kita telah menerima segala berkat rohani di dalam surga. Ketika Roh Kudus menjadi pelaksana penggenap dari keselamatan itu nyata dalam kehidupan kita menjadi berkat kekekalan. Di sinilah bagaimana berkat rohani ini ternyata pada waktu bagaimana Roh Kudus bekerja. Pertobatan kita 100% itu karena Allah. Itu bukan karena kita mau bertobat tetapi terlebih dahulu Tuhan memukul kita, menjamah kita, turut campur dalam nilai kehidupan kita maka seluruh hidup kita yang mungkin latar belakangnya keras hati boleh diubahkan menjadi yang lembut hati. Yang tadinya kita tidak mengerti Firman, menanggap Firman tidak penting akhirnya kita diberikan satu pengertian yang baru. Di situlah kita sadar siapa Yesus Kristus hingga kita mengalami pertobatan sejati.

Bagaimana kita tahu kalau kita sudah bertobat? Kita akan memliki keinginan yang baru, tujuan hidup yang baru, dan dampaknya kelihatan dalam hidup kita sebagai manusia baru. Kekristenan tanpa pertobatan adalah kekristenan yang tidak punya kualitas dan bersifat budaya. Berkat rohani kita dalam Yesus adalah kekekalan hidup di tempat dimana Tuhan Yesus berada. Artinya kita sekarang sudah siap menikmati berkat 100% sorga tetapi kita belum mendapatkan tubuh yang dipermuliakan. Tetapi kita sudah dijamin ketika kita mati pasti bertemu Yesus di sorga. Inilah yang disebut kekekalan hidup. Ada nilai yang Tuhan tanamkan dalam hati kita. Maka mau tidak mau setiap anak Tuhan pasti mengejar nilai kekekalan. Maka hal yang wajar ketika orang Kristen melayani untuk memiliki jejak hidup yang kekal karena Tuhan menanamkan satu benih iman kekekalan. Maka kita percaya kekekalan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Dia kekal rela datang ke dunia yang tidak kekal untuk membawa kita yang temporer supaya mendapatkan hidup yang kekal. Dia rela meninggalkan tempat yang mulia untuk mencari kita yang hina supaya kita diubahkan menjadi mulia untuk kembali memperoleh satu kemuliaan.  Di mana tempat Yesus Kristus bertakhta tidak ada lagi kekekalahan atas dosa. Maka kita harus berdoa supaya kita bisa menggenapkan kehendak Allah dalam kehidupan kita. Berdoalah supaya melalui gereja ini kita bisa menggenapkan kehendak Allah yang terbesar untuk Cikarang. Kita terus berdoa meminta jiwa, kita meminta Tuhan untuk memaksa kita untuk memberkati orang-orang sekitar kita. Setelah punya pondasi iman, struktur iman, kekuatan iman yang teguh menghadapi godaan dan ujian maka punya langkah iman.

Di dalam konsep hidden suffering (penderitaan tersembunyi) dalam Kristus yang begitu besar di mana kematiannya nyata untuk kita. Selama ini kita tahu penderitaan Kristus hanya seperti dalam lukisan-lukisan yang sering kita lihat. Tetapi sebenarnya ada juga penderitaan yang besar yang tersembunyi yaitu pada waktu Dia tahu datang ke dunia untuk mati bagi kita. Maka tiga puluh tahun Yesus membangun satu hubungan yang baik dengan keluarga dimana Maria sebagai ibu dan Yusuf sebagai bapa. Dia tahu sekali Dia akan mati dan Maria akan menangisi seluruh daripada penderitaan. Tetapi bagaimana dia harus tetap punya satu control diri dan dia tidak bisa mengikuti satu nilai perasaan tetapi dia harus mengontrol satu nilai perasaan dalam hidup kekekalan. Ketika Yesus juga bertemu dengan Yudas yang Dia sudah tahu bahwa Yudas akan menjual diri-Nya. Di situ Yesus pun senantiasa menahan diri menguasai diri karena Yudas yang Dia temui dia tahu ini adalah penghianat yang akan menjual Yesus. Satu penderitaan yang tidak kelihatan tetapi itu satu kesatuan daripada nilai kenosis Dia. Maka saudara kita sungguh melihat Kristus sudah menderita sebelum nyata pada waktu di kayu salib. Kalau kita sudah tinggal dalam nilai kekal Dia itu adalah anugerah. Maka samapi sejauh mana kedalamanmu mengerti penderitaan Yesus Kristus sejauh itulah kasih-Mu kepada Dia. Maka kita percaya kalau kita mendalami penderitaan Kristus dan kita hargai penderitaan Kritus, kita menghargai penebusan Kristus di situlah kita akan berani berkorban untuk pekerjaan Tuhan tanpa hitung-hitungan. Mengapa ada orang Kristen hitung-hitungan? Karena belum mengalami satu pertumbuhan. Kalau kita mendalami seluruh nilai suffering of Christ maka minimal kita mengerti harusnya kita lebih lagi berkorban demi Kristus karena Dia rela memberikan  tubuh-Nya mati bagi kita. Tetapi kitapun dituntut memberikan tubuh kita untuk pekerjaan Tuhan dan untuk menyatakan kasih kita kepada Dia.

Allah Bapa adalah pemprakarsa untuk keselamatan kita. Oleh karena itulah patut memuji akan Dia. Mari kita perhatikan berkat-berkat apa yang Allah kerjakan bagi kita yang terbesar dan ini bukanlah berkat fisik yang kita bayangkan tetapi ini adalah berkat spiritual.

(1) Memilih kita sebelum dunia dijadikan. Bagaimana bisa? Allah Bapa punya atribut sebagai Allah yang maha tahu, Allah yang kekal, Allah maha hadir. Allah kita jikalau memilih kita bukan dalam waktu kekinian kita tetapi dalam waktu kekekalan Tuhan. Oleh karena itulah kita bersyukur sekali karena di dalam rancangan Allah Bapa yang kekal dalam waktu kekal Allah kita sudah dipilih sebelum dunia dijadikan. Inilah pengertian daripada kita mengerti kemuliaan Tuhan dalam waktu kita. Tetapi kita akan mengerti tentang kemuliaan Tuhan dalam waktu kita ketika melihat pertobatan kita. Yohanes 15:16 dikatakan “bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu dan Aku telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku diberikan-Nya kepadamu.” Efesus 2 menjelaskan kepada kita bagaimana keselamatan karena semua 100% anugerah bukan karena perbuatan baik kita dan bukan karena inisiatif kita. Maka mengapa kita dipilih oleh Tuhan? supaya pergi menghasilkan buah. Maka ketika kita mau bertemu dengan Tuhan maka Tuhan akan bertanya kesaksian hidup kita dimana kita melayani Dia. Jikalau kita tinggal dalam pokok anggur yang benar pasti kita berbuah berkaitan dengan kualitas hidup kita, nilai kerja, keluarga, penginjilan dan lain-lain. Itu menjadi buah yang manis. Tidak ada berkaitan dengan kekayaan dengan kesuksesan dengan keberhasilan dengan segala sesuatu. Roma 8:28;30 mempertegas bahwa kita ditentukan dari semula dan dipanggil oleh Allah. Dan mereka yang dipanggil mendapatkan justification by faith (pembenaran oleh iman) dan diproses sampai kelak dipermuliakan. Siapa mereka yaitu kita di mana Allah turut senantiasa bekerja dalam kehidupan kita untuk mendapatkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi dia. Paulus di penjara dia sadar, bagaimana dia hidup menyatakan kasih Tuhan. Kita percaya sekali Tuhan akan turut bekerja dalam kehidupan kita. Jadi kita yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Dalam buku “God’s Plan”, Packer menyatakan rencana Allah yang kekal adalah bagaimana kita menikmati seluruh karya keselamatan kita dalam hidup yang benar. Dan semua orang yang dipilih-Nya mula-mula mereka juga ditentukannya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambar Allah. Jadi orang Kristen yang sejati pasti ingin serupa dengan Kristus. Artinya kita pasti berubah dalam pertolongan Allah Roh Kudus.

(2) mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya. Yohanes 1:12 dikatakan “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Jadi bukan berarti kita mau punya kuasa secara fisik. Kita mau punya kuasa berdasarkan kualitas hidup kita. Waktu Dia mengambil rupa sama seperti kita maka setan pun takut dengan Dia mengapa karena Dialah pemilik kuasa. Dan setan pada saat itu memohon kepada Tuhan supaya mereka tidak ke alam maut yaitu tempat penjara setan. Kuasa Tuhan adalah kuasa yang melampaui daripada kuasa manapun juga. Jadi mari kita hidup mengandalkan kuasa Tuhan yang melampaui kuasa manapun juga. Maka kita percaya kuasa yang terbesar adalah kuasa Yesus.

(3) mengaruniakan anugerah-Nya kepada kita yaitu menebus dan mengampuni dosa-dosa kita melalui pengorbanan darah Kristus. Di dalam kasih-Nya, kita mendapatkan keselamatan. Di dalam kasih-Nya, kita mendapatkan kesempurnaan dan penebusan kepada Kristus. Satu nilai hidup bagaimana semua dikerjakan dengan kerelaan dan bagaimana darah Kristus tercurah untuk menghapus dosa-dosa kita maka kita mendapatkan anugerah penebusan dan pengampunan melalui Yesus Kristus.

(4) menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita dan mempersatukan kita dengan Yesus Kristus sebagai kepala segala sesuatu dan ketetapannya yang tidak mungkin gagal. Kita melihat bagaimana Kristus pun berkata “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya.” Jadi kalau kita sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Tuhan tidak pernah bohong dan tidak pernah gagal. Maka pada waktu Tuhan berkata seperti ini mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan Tuhan. Inilah perkataan Tuhan Yesus, ini adalah otoritas-Nya dan sebagai jamaninan untuk kita. Keselamatan kita pasti adanya di dalam tangan Tuhan.

Mengapa kita perlu percaya bahwa keselamatan kekal adanya? Karena Allah Tritunggal yang menjamin keselamatan kita: Allah Bapa merencanakan memilih kita, Allah Anak menebus kita, Allah Roh Kudus memateraikan dan menjamin keselamatan kita. Supaya jangan ada seorang manusiapun membanggakan diri di hadapan Allah. Ia membenarkan, menguduskan dan menebus kita karena itu ada tertulis hendaklah bermegah di dalam Tuhan. Bermegahlah karena engkau sudah mendapatkan hikmat yang melampaui apapun juga. Yang bisa membuat hidupmu berubah dalam Kristus. Di sini kita yang bodoh diselamatkan karena percaya akan pemberitaan Injil. Maka kita akan mempermalukan hikmat dunia. Kita percaya semua keselamatan kita adalah anugarah.

 

Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah – LG.

Terpujilah Allah Karena Berkatnya di dalam Kristus

Categories: Transkrip

Pdt. Tumpal Hutahaean

Author: Gracelia Cristanti