Latest Post

Beruntungkah Aku? (An Can it be that Should gain)

Categories: Hymn Stories

Lahir di Glasgow, 27 Juli 1777, Thomas Campbell adalah putra bungsu dari seorang penjual tembakau, Alexander Campbell. Campbell pernah memenangkan hadiah untuk terjemahan sajak klasiknya dan esai-nya yang berjudul On the Origin of Evil. Ia bekerja sebagai guru pribadi di Mull dan Lochgilphead. Kemudian, pada tahun 1797, ia pergi ke Edinburgh untuk belajar hukum,tetapi literatur kelihatannya lebih menarik hatinya. Di tahun 1799, ia mempublikasikan syairnya, yaitu The Pleasures of Hope. Di tahun berikutnya, ia mengunjungi daerah peperangan di Jerman dan Denmark yang membuatnya terinspirasi untuk membuat syair yang terkenal yaitu Ye Mariners of England and The Battle of The Baltic. Campbell juga tertarik dalam bidang pendidikan, dan mempunyai jabatan dalam University College. Ia juga sebagai editor The New Monthly Review (1820-1831) dan juga sebagai rektor di Glasgow University (1827-1829). Thomas Campbell meninggal pada tahun 15 Juni 1844, di Boulogne, Prancis.

Charles Wesley (18 Desember 1707 – 29 Maret 1788) adalah salah satu pemimpin dari gerakan methodist di Inggris. Adiknya, John Wesley adalah seorang pengkotbah. John Wesley dikenal karena kotbahnya, sedangkan Charles dikenal karena lagu-lagu hymn yang dia tulis begitu banyak dan indah.  Pada 21 Mei 1738, sesudah selesai membaca alkitab, Charles Wesley menulis: “At midnight I gave myself to Christ, assured that I was safe, whether sleeping or waking. I had the continual experience of His power to overcome all temptation, and I confessed with joy and surprise that He was able to do exceedingly abundantly for me above what I can ask or think.” (“Pada malam hari aku memberikan diriku kepada Kristus, yakin bahwa aku selamat, baik ketika tidur atau pun terbangun. Aku mengalami kuasa-Nya dalam melewati pencobaan, dan aku mengaku dengan sukacita bahwa Dia sudah melakukan sesuatu yang luar biasa untuk ku lebih dari apa yang aku minta dan pikirkan”). Dia juga menulis dalam jurnal hariannya: “I now found myself at peace with God, and rejoiced in hope of loving Christ. I saw that by faith I stood.” (Sekarang aku menemukan kedamaian dalam Tuhan dan bersukacita karena pengaharapan di dalam Kristus. Aku melihat dengan iman). Dua hari kemudian dia menulis hymn “And Can It Be That I should Gain”.

Musik dari ‘And Can It Be That I Should Gain’ digubah oleh Thomas Campbell. Syair ini yang diinspirasi dari kitab Yesaya 53:5 : “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia ditemukan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita di timpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh,” dan kitab Kisah Para Rasul 16:26 : “Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga tebukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.”

Author: Gracelia Cristanti