A Mighty Fortress Is Our God

Bentang Yang Kuat Adalah Tuhan Kita

Lirik dan Musik

Luther, Martin (lahir 10 November 1483, Eisleben, Jerman; meninggal 18 Februari 1546, Eisleben)

Louis Benson, seorang ahli himne Presbiterian yang terkemuka, menyebut himne ini sebagai “himne yang tidak akan mati, memiliki nilai seni, dan kuat seperti Luther sendiri”. Himne ini mungkin ditulis pada tahun 1527 — tahun dengan tekanan yang luar biasa besar bagi sang Reformator besar. Dia terkenal di seluruh Eropa, namun tidak didukung kuat oleh warga kotanya sendiri. Ia hampir tidak punya uang sepeser pun, namun rumahnya terus dibanjiri tamu dan pengungsi yang mengharapkan dan menerima keramahtamahan. Ia menderita gangguan pencernaan yang menyakitkan, sakit kepala yang hebat, serangan depresi yang melumpuhkan, dan kelelahan yang ekstrem. “Wabah” itu juga datang ke kotanya serta menewaskan banyak orang termasuk beberapa sahabat yang sangat dikasihinya. Luther tertular juga dan pada suatu ketika mengucapkan selamat tinggal kepada istri dan anak-anaknya. Para reformator lain dibakar pada tiang, dan Luther sendiri menjadi sasaran intrik dan ancaman yang terus-menerus.

Pada masa inilah Mazmur ke-46 itu menjadi inspirasinya. “Allah adalah perlindungan dan kekuatan kita, bantuan yang selalu ada dalam kesulitan. Oleh karena itu kami tidak akan takut.” Dalam menulis himne itu, Luther menyatakan keyakinannya kepada Allah dan tekadnya yang teguh untuk menjadi prajurit dan hamba yang setia. Sering disebut sebagai “himne tentang pertempuran reformasi”, himne ini telah menjadi seruan untuk menggalang kekuatan bagi seluruh Gereja.

Himne ini merupakan “suatu keharusan untuk dinyanyikan pada hari Minggu Reformasi, dan juga cocok untuk dinyanyikan dalam banyak kesempatan lain.

B. C.

Stand Up and Bless the Lord

Bangun dan Puji Tuhan

Lirik

Montgomery, James (lahir 4 November 1771, Irvine, Ayr, Skotlandia; meninggal 30 April 30, 1854, Sheffield, Inggris)

Musik

Genevan Psalter (1551)

Awalnya berjudul “pujian dan ucapan syukur,” himne ini ditulis oleh Moravian James Montgomery untuk perayaan sekolah minggu Wesleyan di Sheffield, Inggris. Bait yang pertama dan keempat diambil dari Nehemia 9:5, bait kedua dari Mazmur 138:2, dan bait ketiga dari Keluaran 15:2. Seluruh himne ini adalah himbauan untuk meninggikan nama Tuhan untuk pujian dan pemujaan, dan bait ketiga menjelaskan alasannya: Allah adalah perlindungan kita (yaitu keselamatan) dan kekuatan (Mazmur 46:1).

Sebuah bait (ketiga) yang tidak dimasukkan berbunyi: O untuk api hidup dari mezbah-Nya sendiri yang dibawa, untuk menyentuh bibir kita, mengilhami pikiran kita, dan membawa pikiran kita ke surga (Yesaya 6:6-7).

Himne ini paling baik digunakan sebagai panggilan untuk beribadah. Paduan suara dapat menyanyikan secara a cappella, dalam harmoni. Dengan jemaat, adanya iringan musik yang cukup energik akan membuatnya bisa dinyanyikan lebih baik.

B.P.

Let the Whole Creation Cry

Biarkan Semua Ciptaan Menangis

Lirik

Brooke, Stopford A.

(lahir 14 November 1832, Glendoen, Donegal, Irlandia; meninggal 18 Maret 1916, Ewhurt, Surrey, Inggris)

Musik

Williams, Robert (lahir  1781, Mynydd Ithel, Anglesey, Wales; meninggal 1821, Mynydd Ithel)

Makna himne ini tidak perlu dijelaskan. Ini secara sederhana adalah seruan kepada “seluruh ciptaan” untuk memuji Allah Sang Pencipta.

Himen ini akan berfungsi dengan baik dengan slide berwarna atau tambahan multi-media. Para seniman dan fotografer dalam jemaat dapat merencanakan pujian visual untuk mengiringi musik. Jika orang-orang tidak dapat melihat lirik dari himne itu, seorang penyanyi solo atau sebuah ansambel dapat menyanyikan lirik dari ingatan, sementara jemaat itu menjawab “haleluya”.

Para pemimpin ibadah mungkin ingin membagi berbagai bagian teks kepada kelompok-kelompok orang yang berbeda. Pihak militer mungkin akan menyanyikan bagian pertama dari bait ke-3. Para musisi, seniman, dan aktor dapat menyanyikan bagian kedua, dan seterusnya.

Mungkin rencana terbaik adalah menyanyikan himne secara antiphonal antara paduan suara dan jemaat. Sebenarnya, “haleluya” sering menyela suatu frase ayat, dan sambutan yang baik akan membuat lirik itu menjadi lebih bermakna.

B. J. L.

God, We Praise You!

Tuhan, Kami Memuliakan-Mu!

Lirik

Idle, Christopher (lahir 11 September 1938, Bromley, Kent, Inggris)

Musik

Parry, C. Hubert H.

(lahir 27Februari 1848, Bournemouth, Inggris; meninggal 7 Oktober 1918, Rustington, Sussex)

Himne Christopher Idle adalah saduran dari lagu kuno, Te Deum laudamus, yang berasal dari abad kelima dan telah dihargai oleh umat Kristen dari sejak saat itu. Lagu itu menyebutkan hampir semua ajaran utama alkitab dari penciptaan hingga penghakiman terakhir dan memiliki banyak kesamaan dengan Gloria in excelsis Deo yang bersejarah dan pengakuan-pengakuan iman yang terkenal.

Himne ini dapat berfungsi sebagai garis besar dari suatu ibadah, setiap baris atau gagasan menyediakan dasar untuk sebuah ayat, himne lain, atau meditasi singkat: kedaulatan allah; pujian para malaikat; ibadat Gereja; penciptaan; para rasul, nabi, dan martir; Allah Tritunggal; gelar-gelar Yesus; kelahiran, kehidupan, kematian, kebangkitan Yesus, dan kedatangan-Nya dalam penghakiman; dan kebutuhan kita akan bantuan Allah dalam semua kehidupan.

Penulis sendiri telah mengatakan, “di antara unsur-unsur dari himne kuno ini yang saya anggap mutlak adalah ‘kudus, kudus, kudus’ (Trisagion) pada titik krusial dalam bait pertama, pedoman yang mulia bagi para penyembah pada bait kedua, kelahiran anak dara dan surga yang terbuka pada bait ketiga, dan, pada bait penutup, doa penutup yang cocok dengan seruan pembuka.” Idle juga menyarankan dinamika yang bervariasi – dimulai dengan keras, menyanyikan bait 2 dan 3 dengan lebih lembut (terutama bagian “humbled was your virgin mother, hard the lonely path you trod“), dan kembali ke bait terakhir dengan suara penuh.

Nada lagu ini ditulis oleh sarjana dan penggubah musik Inggris yang terkemuka. Nadanya menarik, tetapi agak sulit untuk dikuasai. Nada lagu ini dapat dicadangkan untuk paduan suara.

R. J. S.

Praise the Lord!

Muliakan TUHAN!

Lirik

Jillson, Marjorie A.

(lahir 29 Oktober 1931, Detroit, MI)

Musik

Zimmermann, Heinz Werner

(lahir 11 Agustus 1930, Freiburg, Jerman)

Allah layak untuk kita puji. Dalam natur dan esensi-Nya, Allah itu layak. Karakter tak terbatas dari sifat-sifat Allah — kemahakuasaan-Nya, kemahatahuan-Nya, kemahahadiran-Nya mewajibkan kita menghormati Dia dengan pujian tanpa akhir kita, suatu kegiatan yang akan mencirikan keberadaan kita dalam kekekalan dan yang untuk itu kita hendaknya berlatih di sini dan sekarang. Kita menjadi seperti hamba-hamba surgawi Allah, para malaikat, dengan ikut dalam memuji Allah di bumi. Ini adalah pesan dari bait pertama pada parafrase kontemporer dari mazmur 113 (ayat 1-3).

Bait 2 (ayat 4-6) menunjukkan bahwa kita hendaknya memuji Allah setiap hari, karena Ia adalah Allah yang tinggi, yang kemuliaan-Nya mengatasi bumi dan langit. Bait 3 (ayat 7-8) menyatakan bahwa meskipun Allah itu unik, yaitu, terpisah dan kudus, belas kasihan-Nya menyebabkan Dia mengangkat yang miskin dari debu untuk berdiam bersama-Nya. Akhirnya, bait 4 (ayat 9) mengingatkan kita bahwa, dalam kasih-Nya, Allah memberikan rumah bagi para tunawisma dan memenuhi hati mereka dengan harapan dan sukacita.

Dengan memuji Allah kita memenuhi tujuan tertinggi kita. Itulah sebabnya kita diciptakan. Tidak ada panggilan yang lebih tinggi. Haleluya! Puji tuhan!

 J. S.