Mati bagi Dosa (Roma 6:2, 7)

PA Khusus GRII Cikarang

Ucapan Rasul Paulus yang Sulit dalam Surat Roma

Selasa, 2 Juni 2020

Vik. Tommy Suryadi

Referensi utama:

  1. buku “Ucapan Paulus yang Sulit” karya Manfred T. Brauch
  2. com
  3. NICNT Surat Roma oleh Douglas Moo

Tema: Mati bagi Dosa (Roma 6:2, 7)

Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? (Roma 6:2)

Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. (Roma 6:7)

Pertanyaan:

  1. Jika benar bahwa saya sudah mati bagi dosa, mengapa saya masih bisa berdosa (serta masih ada kebiasaan berdosa)?
  2. Jika saya masih berdosa, apakah itu berarti saya belum benar-benar mati bagi dosa/belum benar-benar selamat?

ESV

By no means! How can we who died to sin still live in it? (verse 2)

For one who has died has been set free from sin. (verse 7)

KJV

God forbid. How shall we, that are dead to sin, live any longer therein? (verse 2)

For he that is dead is freed from sin. (verse 7)

Untuk dapat mengerti konteksnya, kita harus membaca Roma 6:1-14

Kita harus memerhatikan ayat-ayat ini:

Ayat 2, 7 – telah mati bagi dosa

Ayat 6, 11 – telah bebas dari dosa/tidak lagi diperhamba dosa

Ayat 12, 13 – perintah untuk tidak membiarkan dosa dalam hidup kita

Ayat 14 – dosa tidak akan berkuasa

Jadi kita sudah bebas dari kuasa dosa atau belum? Kita harus mengerti konsep already and not yet

  • Orang yang sudah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat sudah mengalami pengudusan. Statusnya sudah kudus (1 Petrus 2:9)
  • Namun, pengudusan itu sendiri bersifat progresif. Kita yang percaya sudah mengalami pengudusan, namun belum sampai kepenuhannya.
  • Pengudusan bukanlah satu titik tetapi satu proses dari sejak kita percaya sampai kita meninggal atau Parousia.
  • Dosa dalam hidup orang percaya dapat diilustrasikan sebagai pohon yang sudah terpisah dari akarnya.
  • Saat terpisah, pohon itu masih terlihat hidup. namun lama kelamaan (tetapi pasti) pohon itu akan mati.
  • Jadi Orang Kristen masih bisa berdosa di dalam kebebasannya.

Kita memiliki tanggung jawab dalam pengudusan

  • Tuhan mau kita aktif memerangi dosa dalam diri kita.
  • Kita tidak bisa memakai kekuatan kita sendiri, harus ada kuasa Tuhan.

Siapa/Apa yang Menguduskan Kita?

  • Darah Yesus (Ibrani 13:12)
  • Allah Roh Kudus (2 Tesalonika 2:13)
  • Firman dan doa (1 Timotius 4:5 dan Yohanes 17:17)

Kesimpulan dan Aplikasi

  • Orang percaya sudah dibebaskan dari dosa dan pasti selamat.
  • Namun ini bukanlah 1 titik, melainkan 1 proses sampai eskatos.
  • Kita diperintahkan untuk aktif memerangi dosa dengan pertolongan Tuhan.
  • Matius 5:29-30 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan (skandalizei) engkau, cungkillah dan buanglah itu… Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu…(Tuhan bukan memerintahkan kita untuk memutilasi diri. Ia mau kita bertindak tegas dan serius untuk melawan dosa.)

Dosa yang Bertambah (Roma 5:20)

PA Khusus GRII Cikarang

Ucapan Rasul Paulus yang Sulit dalam Surat Roma

Selasa, 19 Mei 2020

Vik. Tommy Suryadi

Referensi utama:

  1. buku “Ucapan Paulus yang Sulit” karya Manfred T. Brauch
  2. com

Tema: Dosa yang Bertambah (Roma 5:20)

Roma 5:20

Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

Dari pembacaan sekilas, terkesan bahwa:

  1. Allah menjebak manusia dengan memberikan Hukum Taurat untuk menambah dosa manusia. Ini berarti Allah tidak pantas dipercaya.
  2. Menambah dosa = menambah kasih karunia. Ini berarti lebih baik kita sengaja berdosa.

Now the law came in to increase the trespass, but where sin increased, grace abounded all the more, (ESV)

Moreover the law entered, that the offence might abound. But where sin abounded, grace did much more abound: (KJV)

Pertama-tama, kita harus mengerti bahwa dosa sudah ada sebelum Hukum Taurat diberikan

  1. Kejadian 4:7 (Kain dan Habel)
  2. Kejadian 6:5 (Kejahatan manusia)
  3. Kejadian 13:13 (Sodom dan Gomora)
  4. Kejadian 20:6 (mimpi Abimelekh)
  5. Kejadian 39:9 (Yusuf dan istri Potifar)

Manusia memiliki hati nurani (Roma 2:14-15):

Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Apa maksudnya Hukum Taurat diberikan supaya dosa bertambah?

  1. Yunani hina bisa berarti: supaya/agar (tujuan), sehingga (hasil).
  2. Fungsi pertama Hukum Taurat: cermin yang menunjukkan keberdosaan kita.
  3. Hukum Taurat tidak menyelamatkan (melawan konsep Yudaisme)
  4. Masalahnya bukan pada Hukum Taurat itu sendiri tetapi pada manusia yang melawan.

Apakah menambah dosa = menambah kasih karunia?

Roma 6:1-2 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

Ada bagian-bagian dari surat-surat Paulus yang sulit dipahami (2 Petrus 3:16)

…Dalam surat-suratnya (Paulus) itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

Apakah menambah dosa = menambah kasih karunia?

  1. Roma 5:20b dituliskan, BUKAN agar kita berdosa demi mendapatkan kasih karunia.
  2. Tetapi menyatakan fakta bahwa dosa manusia begitu banyak, namun kasih karunia Allah itu lebih besar dari dosa.

Benarkah Dosa Saya Banyak?

  1. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih. (Lukas 7:47)
  2. Kita perlu melatih kepekaan akan dosa. Tidak merasa berdosa bukan berarti tidak berdosa.
  3. Salah satu tujuan Alkitab: menyatakan dan menegur dosa (2 Timotius 3:16). Ini kebaikan Tuhan agar kita diperlengkapi untuk perbuatan baik (ayat 17).

KESIMPULAN

  1. Allah memberikan hati nurani sehingga setiap orang bisa memikirkan apa yang baik secara moral.
  2. Allah memberikan hukum Taurat bukan untuk menambah dosa manusia tetapi untuk menyatakan kehendak-Nya serta menyadarkan kita akan kegagalan kita.
  3. Hukum Taurat itu baik karena menyatakan kehendak Allah bagi kita, namun itu tidak menyelamatkan.
  4. Anugerah keselamatan Allah itu begitu melimpah, jauh lebih besar dari semua dosa kita. Ini membawa kita kepada pengucapan syukur dan kerendahan hati (ibadah/worship). Dalam bagian ini kita bisa percaya pada Allah. Ia tidak menjebak kita.
  5. Kepekaan akan dosa itu penting. Itulah pentingnya orang Kristen terus menerus membaca dan merenungkan Firman Tuhan.
  6. Orang kudus bukanlah orang yang tidak ada dosa sama sekali tetapi orang yang peka akan dosanya.

Dosa Satu Orang Berarti Kematian Saya? (Roma 5:12)

PA Khusus GRII Cikarang

Ucapan Rasul Paulus yang Sulit dalam Surat Roma

Selasa, 12 Mei 2020

Vik. Tommy Suryadi

Referensi utama:

  1. buku “Ucapan Paulus yang Sulit” karya Manfred T. Brauch

Tema: Dosa Satu Orang Berarti Kematian Saya? (Roma 5:12)

Roma 5:12 – Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Pada mulanya, semua diciptakan sangat amat baik (Kejadian 1-2), namun Adam dan Hawa berdosa (Kejadian 3).

Pertanyaan:

  1. Mengapa dosa dari manusia pertama harus menjadi kejatuhan seluruh umat manusia?
  2. Mengapa semua manusia sesudahnya harus berada di bawah hukuman Allah karena dosa pertama yang tidak seorang pun dari kita bertanggung jawab atas hal tersebut?
  3. Adilkah Allah dalam bagian ini?

Therefore, just as sin came into the world through one man, and death through sin, and so death spread to all men because all sinned (ESV)

Wherefore, as by one man sin entered into the world, and death by sin; and so death passed upon all men, for that all have sinned: (KJV)

Kita harus mengerti konsep corporate solidarity:

Tindakan oleh/terhadap seseorang atau sekelompok orang dalam suatu komunitas diperhitungkan sebagai tindakan oleh/terhadap semua orang dalam komunitas tersebut.

Contohnya:

  1. Dosa satu orang mendatangkan murka bagi satu bangsa, contoh kasus: Akhan (Yosua 7)
    1. Ayat 1: Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel.
  1. Ketaatan satu orang mendatangkan berkat bagi seisi rumah, contoh: Yusuf di rumah Potifar (Kejadian 39)
    1. Ayat 5: … TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang

Contoh sehari-hari:

Tim sepak bola Indonesia mewakili seluruh rakyat Indonesia dalam pertandingan antar negara. Ketika tim sepak bola Indonesia menang, maka akan dikatakan “Indonesia menang”. Tidak ada yang berkata “Hanya tim sepak bola Indonesia yang menang. Rakyat Indonesia tidak menang”. Begitu pula ketika kalah, maka akan dikatakan “Indonesia kalah”, bukan “Hanya tim sepak bola Indonesia yang kalah. Masih ada jutaan rakyat yang belum bertanding”.

Adam adalah representatif semua manusia.

  1. Kita tidak bisa berkata “seandainya saya di posisi Adam, saya pasti tidak memakan buah itu”.
  2. Orang yang mengkritik Presiden belum tentu bisa memimpin lebih baik (mungkin malah lebih buruk).

Kesulitan menerima konsep corporate solidarity

  1. Pemikiran modern yang sangat menekankan individualisme.
  2. Situasi seseorang tidak terlepas dari situasi komunitasnya (Yeremia 29:7)
    1. Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu (Yeremia 29:7).
  3. Hanya berhenti pada ayat Roma 5:12 (tidak melihat keseluruhannya).
    1. Kasih karunia Allah itu lebih besar (Roma 5:15-16)
      1. Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran

KESIMPULAN

  1. Keadilan Allah dalam bagian ini bisa kita mengerti ketika kita memahami konsep corporate solidarity.
  2. Kasih karunia Allah itu lebih besar daripada seluruh pelanggaran manusia.

Apakah Allah Murka? (Roma 1:18)

PA Khusus GRII Cikarang

Ucapan Rasul Paulus yang Sulit dalam Surat Roma

Selasa, 5 Mei 2020

Vik. Tommy Suryadi

Referensi utama:

  1. buku “Ucapan Paulus yang Sulit” karya Manfred T. Brauch

Tema: Apakah Allah Murka? (Roma 1:18)

“Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.” (TB)

“For the wrath of God is revealed from heaven against all ungodliness and unrighteousness of men, who by their unrighteousness suppress the truth.” (ESV)

Bahasa Yunani

murka – orge – wrath, anger, punishment, vengeance.

Jadi terjemahan TB dan ESV sudah tepat.

Mengapa banyak orang sulit untuk menerima fakta bahwa Allah bisa murka? Banyak orang memiliki presuposisi yang salah:

  1. Kasih dan murka itu bertentangan. Allah yang penuh kasih dirasa tidak mungkin murka.
  2. Murka seringkali dinilai buruk, maka Allah dianggap tidak mungkin murka.

Apakah kasih dan murka itu bertentangan?

  1. Orang yang mengasihi keadilan pasti membenci/marah terhadap ketidakadilan.
  2. kasih dan murka bisa menjadi dua sisi yang berbeda (bukan bertentangan).

Apakah murka itu hal buruk?

  1. Kita harus membedakan antara murka yang kudus dengan murka yang berdosa.
  2. Murka yang kudus bisa tidak disukai manusia tetapi diperkenan Allah.
  3. Jangan menilai murka dari pandangan yang salah/berdosa.

Roma 1:18 berbicara tentang murka yang sedang diungkapkan:

Apokalyptetai – present indicative passive

Jadi bukan ‘akan’ tetapi ‘sedang’ diungkapkan. Ini bukan hanya berbicara mengenai penghakiman terakhir

Mengapa Allah murka?

  1. Kefasikan/ungodliness – asebia – tidak menghormati Allah
  2. Kelaliman/unrighteousness – adikia – kejahatan/merampas hak orang lain
    1. Poin 1 dan 2 bukan dua hal yang sepenuhnya terpisah
  3. Menindas kebenaran dengan kelaliman, 2 arti:
    1. Secara aktif melawan kebenaran
    2. Memegang kebenaran tetapi tidak melakukannya

Bagaimana Allah mengungkapkan murka-Nya?

Roma 1:24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

ESV: Therefore God gave them up in the lusts of their hearts to impurity, to the dishonoring of their bodies among themselves

Maksudnya adalah:

  1. Perjanjian Lama: Allah menyerahkan Israel yang memberontak ke tangan musuh-musuhnya. Allah tidak memberikan perlindungan dan kemenangan perang.
  2. Allah menarik restraining grace (anugerah yang menahan agar kejahatan tidak menjadi semakin parah).

KESIMPULAN

  1. Murka Allah itu nyata. Kita harus takut dan gentar serta hidup berhati-hati.
  2. Murka itu tidak selalu salah/buruk. Ada murka yang kudus.
  3. Orang yang mengerti kebenaran namun tidak melakukannya = menindas kebenaran
  4. Allah bisa menyatakan murka-Nya dengan menarik anugerah-Nya.

Apa kaitannya dengan penginjilan?

Ayat 16-17 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil (seharusnya: aku tidak malu akan Injil), karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Sikap Seorang Tuan atau Atasan kepada Bawahan Pdt. Tumpal H. Hutahaean, M. Th

Efesus 6:9 ; Kolose 4:1 ; Roma 2:1

Seorang bekerja harus berpusat pada Kristus. Dia mementingkan suatu kewajiban dengan nilai untuk mempermuliakan Kristus, maka pekerjaannya akan baik. Ini berarti ketika kita bekerja dan menjadi pekerja yang handal, berkualitas, itu bukanlah karena kita melainkan karena anugerah Tuhan. Seorang pekerja kristiani harus memiliki satu nilai ketaatan dalam nilai kerja untuk memuliakan Tuhan. Dia harus punya motivasi bagaimana waktu dia bekerja untuk menggenapkan rencana Allah. Mereka juga mempunyai sikap kerelaan sehingga tidak bersunggut-sunggut. Pekerja Kristiani mempunyai satu tujuan bahwa bagaimana nilai kerja kita semua bias menghasilkan yang terbaik dan mempermuliakan Tuhan.

Kita melihat bagaimana Yusuf yang tidak memiliki latar belakang pendidikan, dijual oleh keluarga ke Potifar dan bekerja sebagai pembantu, tapi akhirnya dia bisa menjadi kepala / manager rumah tangga yang mengelola seluruh usaha Potifar. Alkitab pun mencatat apapun yang dikerjakan Yusuf itu berhasil. Ini menunjukan kepada kita bahwa keberhasilan Yusuf karena Tuhan menyertai. Bahkan ketika di penjara dia bisa menjadi kepercayaan kepala penjara dan semua yang dilakukannya berhasil. Dari sini kita percaya bahwa nilai dari sekolah kita hanyalah alat, title kita hanyalah alat, yang membuat kita berhasil adalah aspek X dari anugerah Tuhan.

Orang yang berkerja untuk Tuhan akan memiliki sikap merendahkan diri. Jadi seorang pekerja kristiani mungkinkah sombong karena jabatan tinggi? Mungkin saja kalau ia hidup jauh dari Tuhan. Mungkin juga dia jatuh karena bergaji besar atau fasilitasnya besar, juga bisa karena dia merasa diri masih muda tapi karirnya sudah baik. Dalam Alkitab ada kisah anak Nebukadnezar, yaitu Beltsazar yang sombong. Ketika Babel mengepung Media Persia dibawah pemerintahan Darius, Beltsazar bukannya membuat strategi perang tapi justru mengadakan pesta. Dia mengundang semua orang pentingnya untuk menikmati hidup, dia ingin menunjukan bahwa dewa Belt yang mereka sembah jauh lebih besar dari dewa-dewa bangsa lain. Beltsazar memakai perkakas Bait Suci orang Yehuda, gelas anggur dipakai minum, kaki dian dipakai untuk penerang. Dia terus menyombongkan diri, yakin bahwa media Persia tidak mungkin mengalahkannya. Saat itulah dia melihat sebuah punggung tangan yang menulis sesuatu di tembok, dia meminta semua orang pintar dan cendikiawannya untuk mengartikan tapi tidak ada yang tahu. Baru ketika Daniel dipanggil, Daniel yang mampu untuk membaca dan menerjemahkan arti tulisan kuno ibrani (akad) tersebut. Mene Mene Tekel ufarsin (Daniel 5:25-28), dan inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia. Malam itu juga tentara-tentara Darius masuk lewat lubang air dan menyerang mereka, Beltsazar pun mati dibunuh. Jadi, jangan kita menjadi sombong. Perhatikan empat hal yang membuat kita menjadi sombong dalam bekerja : jabatan tinggi, bergaji tinggi, fasilitas besar dan merasa umur masih produktif untuk mencapai karir yang lebih tinggi.

Kita akan melihat empat hal prinsip alkitab khususnya bagi para atasan (Efesus 6:9 ; Kolose 4:1; Roma 2:11) :

  1. Karateristik Keteladanan

Seorang atasan / pimpinan harus memiliki nilai keteladanan. Dalam satu buku yang saya baca tentang sejarah tiongkok, dikatakan bahwa nilai kerja yang membuktikan adalah pimpinan. Di dalam perjuangan, keteladanan, kerja keras yang membuktikan adalah pemimpin. Semangat kerja orang Tiongkok dulu mempengaruhi jepang, tapi mereka belum punya banyak pengetahuan dan menguasai teknologi maka akhirnya Asia ketinggalan Eropa dan Amerika karena merekalah yang punya pengetahuan dan teknologi. Tapi setelah Eropa dan Amerika terlalu mentuhankan pengetahuan dan teknologi, mereka lupa menjadi pekerja keras, akhirnya sekarang semua terbalik. Asia bangkit dalam ekonomi karena mereka punya mental pekerja keras dan selalu bersungguh-sungguh, bahkan sampai 10 jam efektif bekerja. Sebagai orang Kristen kalau kita diminta masuk jam 8, maka kita harus sudah tiba di kantor minimal jam setengah 8. Seorang pemimpin dihormati karena nilai kerjanya. Seorang pemimpin harus punya teladan sehingga waktu dia berhadapan dengan bawahannya dan rekan kerjanya. Setiap bos biasanya minta dihormati dan dilayani tapi Firman Tuhan (Efesus 6:5) mengingatkan kita sebelum kita minta dihormati / dilayani kita harus melakukan itu lebih dulu. Ini menunjukan bahwa rekan kerja / bawahan kita adalah tim sehingga kita tidak menghina atau memperalat mereka. Menghormati / melayani anak buah ini ditunjukan dengan etos kerja yang baik, bukan berarti ketika anak buah kita datang kita menyambut mereka dengan minuman. Kita melayani mereka yaitu ketika mereka membutuhkan saran / strategi / pengetahuan kita, kita mau melayani mereka.  Dalam buku Maxwell, dikatakan bahwa manager handal adalah mereka yang bisa menerjemahkan ide atasannya. Kalau seorang direktur punya ide, tapi managernya tidak bisa menerjemahkan ide tersebut menjadi sebuah system ekonomi yang kuat yang menguntungkan, maka dia bukanlah manager. Setiap kita harus belajar untuk punya nilai penghormatan dan melayani supaya bisa mengerti apa yang mau kita capai, apa yang mau kita kerjakan, strateginya apa. Tapi semua ini ada batasannya. Paradigmanya, pada waktu kita mempunyai keteladanan yaitu karena melalui nilai jabatan dan nilai kerja kita, kita sedang menyaksikan Kristus, bukan menyaksikan diri kita atau pengalaman hebat kita.

  • Karateristik Pendidik

“Jauhkanlah ancaman” (Efesus 6:9), dalam bahasa aslinya juga mengandung arti jangan menggunakan bahasa yang mengandung ancaman/hukuman. Ini mengajarkan kepada kita, menjadi seorang atasan karateristiknya adalah pendidik. Bagaimana kita sebagai atasan menjadikan orang yang ada di bawah kita itu lebih pintar dan lebih pintar lagi. Kalau bawahan kita menjadi lebih pintar, semua nilai kerja akan menjadi lebih cepat pergerakannya karena mereka sudah mengerti dan karena kita sudah berhasil menerjemahkan perintah dengan nilai yang mendidik mereka. Maka sikap kita dengan penuh kasih selalu mau mengajari mereka, bagaimana supaya mereka mengerti apa strategi yang tepat untuk menjalankan dan menyelesaikan dengan tepat. Maka disitu dibutuhkan bahasa penebusan bukan bahasa ancaman. Ketika kita mendapat kesempatan untuk training, pimpin rapat, dsb kita memakai bahasa-bahasa penebusan yang ujung-ujungnya memperkenalkan nama Yesus. Ketika kita mendapat kesempatan untuk berbicara berarti itu adalah kesempatan untuk kita mendemonstrasikan siapa Yesus. Seharusnya kita bisa membuktikan bahwa ketika kita diberkati menjadi seorang pengusaha, kita membuat orang semakin sejahtera. Kita jangan segan untuk mengajarkan ilmu yang kita miliki karena kita memang dipanggil untuk menjadi pendidik.

  • Karakteristik Sahabat

Karateristik sebagai seorang sahabat harus mempunyai nilai kejujuran. Dalam hal apa? Dalam nilai kerja. Kerjamu apa, kerjaku apa. Harus jelas, jangan ada kongkalikong. Dalam perusahaan ada tim audit, tim audit tidak boleh kenal dan tidak boleh banyak ngomong dengan semua orang. Tugasnya audit, tidak boleh tukar kartu nama dan tidak boleh banyak kenal orang di perusahaan itu. Dia seperti polisi di perusahaan. Kalau ada data yang tidak lengkap, dia harus kejar sampai dapat. Tugas auditor itu mengurangi spekulasi orang-orang yang curang dalam perusahaan. Dibayar untuk menemukan orang yang tidak jujur. Jujur untuk nilai kerja itu mahal, maka orang jujur itu diberkati Tuhan. Jujur aspek yang kedua adalah, berkata jujur kalau rekan kerja tidak beres. Kejujuran itu mahal. Kita dituntut untuk jujur dalam nilai kerja kita dan berani mengevaluasi nilai kerja anak buah untuk memperbaiki kualitas kerjanya lebih baik lagi. Kita jujur supaya orang yang kita didik itu memperbaiki diri. Kalau kita sebagai seorang pemimpin Kristen tidak berani jujur untuk nilai kerja, evaluasi kerja, nilai masukan–masukan yang terbaik untuk orang itu berubah, berarti kita gagal. Karena kita adalah kawan sekerja di dalam Kerajaan Surga. Kita harus punya nilai kejujuran. Orang yang terlalu blak-blakan dan tidak ada seni bicara (terlalu to the point) kadang-kadang bisa baik kadang bisa tidak baik. Jujur perlu diatur dan tunggu waktunya. Kalau orang tidak mau dididik, dievaluasi, kita biarkan saja kita sudah habis kata-kata. Seperti apa yang dikatakan Tuhan Yesus kepada Yudas, lakukan saja apa yang mau engkau lakukan. Itu langsung menunjukan kepada kita pembiaran. Kita harus berdoa ketika mendapat rekan kerja seiman, jujurlah untuk mengakui nilai kerjanya, jujurlah untuk evaluasinya, jujurlah untuk memberikan masukan kepada mereka. Banyak para pengusaha Kristen yang saya kenal, memilih orang Kristen untuk posisi-posisi yang kunci, pemimpin-pemimpin strategisnya orang Kristen. Ketika saya diundang untuk berbicara juga enak karena mereka semua orang Kristen, jadi bisa pakai bahasa Firman. Mereka punya standart yang sama. Ketika kita diberi kesempatan untuk punya usaha, jangan lupa untuk merekrut orang-orang Kristen yang benar-benar takut Tuhan, punya kapasitas dan integritas.

  • Karakteristik Takut Tuhan

Kita diajarkan untuk punya nilai takut akan Tuhan. Imamat 25:43, dalam bagian ini Musa mengingatkan bahwa orang Israel tidak boleh menjadi batu sandungan ketika mereka memperlakukan orang yang bekerja kepada mereka, melainkan dikatakan kita harus memerintah dengan takut akan Allah. Sikap kita sebagai seorang atasan/pemimpin harus punya keadilan dan kasih. Mungkinkah seorang pemimpin Kristen kejam? Mungkin. Kenapa menjadi atasan yang kejam, karena kita tidak mengerti konsep keadilan dan kasih. Dalam bagian ini konteksnya jelas, rasul Paulus melihat sendiri, orang-orang Romawi memakai kekerasan untuk menaklukan budak-budaknya. Itulah senjata mereka. Tapi bagian ini rasul Paulus mengingatkan supaya orang Kristen tidak seperti mereka. Kita harus punya hati yang takut akan Tuhan, karena Allah tidak memandang bulu (Roma 2:11) untuk menghukum setiap orang. Setiap kita harus punya nilai keadilan. Jangan kaget bahwa Tuhan bisa membangkitkan pemimpin-pemimpin yang bukan orang Kristen. Ini menunjukan kepada kita bahwa Tuhan punya keadilan, dan Tuhan memberikan anugerah umum kepada mereka. Pemimpin di Indonesia, presiden tidak pernah orang Kristen. Berarti Tuhan memberi mereka anugerah umum. Orang yang diberi anugerah umum belum tentu dapat anugerah khusus, yaitu keselamatan. Inilah keadilan Tuhan. Dulu pemimpin bank Indonesia selalu orang Kristen, menteri keuangan itu orang Kristen, menteri perdagangan pun orang kristen. Itulah yang diinginkan Negara eropa-amerika, bahwa transaksi perdagangan itu selalu diminta kalau bisa orang Kristen. Tapi pertanyaannya, kenapa sekarang orang Kristen tidak dipercaya lagi? Yaitu karena anugerah umumnya saja sudah tidak ada. Maka pada bagian ini seolah-olah kaki dian sudah dicabut untuk orang Kristen menduduki satu jabatan dengan kejujuran yang tinggi, yaitu bidang keuangan. Lihat Ulangan 10:17, Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap.” Di sini menunjukan kepada kita bahwa Allah akan menunjukan bahwa Ia adalah Allah yang sejati. Orang yang bermain dengan suap akan mendapat balasannya. Dalam Alkitab dikatakan, orang yang mendapat anugerah umum adalah mereka menjadi berkat untuk mensejahterakan manusia. Tapi kalau kita sudah mendapat anugerah khusus, yaitu keselamatan. Lalu kita diberi anugerah untuk memberkati orang dengan pekerjaan kita, maka kita bisa membawa orang untuk bertobat kepada Tuhan. Melalui uang / jabatan kita, kita bisa membawa orang bertobat. Tapi orang yang mendapat anugerah umum, belum bisa sampai kepada level ini. Orang hanya bisa lihat hebatnya orang itu saja. Setelah itu tidak tercatat di surga. Tapi kita yang sudah sungguh-sungguh diselamatkan, melalui pekerjaan / jabatan kita, fasilitas, produktifitas, akhirnya kita bisa membawa jiwa satu per satu kembali kepada Tuhan. Kita membuat mereka melihat kemuliaan Tuhan.

Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah – L.S