Latest Post

Renungan harian

23 November 2020

Ketahuilah Apa yang Kita Minta

 

Matius 20:20-22 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”

 

Hal apakah yang sering kita doakan dan minta dari Tuhan? Apakah kita benar-benar mengerti apa yang kita minta? Ketika kita meminta suatu hal, apakah kita sudah memperkirakan ada atau tidaknya efek samping dari hal itu?

Ibu itu dan anak-anaknya datang dengan posisi yang merendah. Mereka bersujud di hadapan Tuhan Yesus. Tuhan menyambut mereka dan menanyakan apa yang mereka mau. Ternyata mereka menginginkan jabatan yang begitu tinggi. Pada saat itu para murid Yesus masih memikirkan Kerajaan Allah dalam konsep duniawi mereka sendiri. Mereka berpikir bahwa Yesus akan segera duduk di takhta Daud dan segera mengembalikan kejayaan Israel seperti dahulu pada saat Daud memimpin. Konsep yang salah ini memengaruhi doa mereka.

Sesuai dengan konsep mereka (yang salah) tentang Kerajaan Allah, mereka berpikir bahwa ini adalah saat yang tepat untuk meminta jabatan yang tinggi. Pada masa kampanye para calon presiden, para politikus pasti mendiskusikan jabatan yang dijanjikan ketika nanti calon presiden andalan mereka terpilih. Hal itu menjadi doa mereka.

Namun Tuhan Yesus segera menjawab “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta”. Mereka berpikir bahwa mereka tahu namun mereka sebenarnya tidak tahu. Ketika mereka diberitahu bahwa mereka tidak tahu, mereka tidak bertanya kepada Tuhan Yesus tentang apa yang mereka tidak tahu. Mereka tetap berpikir bahwa permintaan mereka adalah permintaan yang terbaik dan tidak mungkin salah. Apakah selama ini kita benar-benar mengerti apa yang kita minta dari Tuhan?

Tuhan Yesus melanjutkan dengan pertanyaan “Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Ternyata ada harga yang harus dibayar untuk permintaan mereka. Inilah yang mereka tidak mengerti. Kendati demikian, mungkin karena mereka sudah terlalu berambisi, tanpa berpikir panjang mereka langsung menjawab “kami dapat”. Pernahkah kita mengalami hal ini dalam doa kita? Ada orang-orang yang berdoa meminta mobil, namun tidak memikirkan biaya perawatan mobil. Ada orang-orang yang berdoa meminta pasangan, namun tidak memikirkan bagaimana menjadi pasangan yang berkenan di mata Tuhan. Mereka berambisi untuk menjadi pemimpin, namun tidak mengerti bagaimana memimpin seperti Yesus memimpin. Maka sebelum kita meminta, hendaknya kita memikirkan sungguh-sungguh apa yang kita minta.