Latest Post

NyawaKu Diberikan

I gave My Life to Thee

Apa yang telah diperbuat dalam hidupnya? Pertanyaan itu menantang seorang wanita muda yang bernama Frances Ridley Havergal (1836-1879). Ketika berumur dua puluh dua tahun, ia mengunjungi sanak saudaranya di Jerman. Pada suatu hari, ia baru tiba dari sebuah perjalanan, merasa lemah dan lelah. Ia duduk di ruang tamu untuk beristirahat dan ketika memandang ke atas ia memperhatikan sebuah lukisan Kristus yang besar.

Dalam gambar itu, Yesus ditelanjangi sampai ke pinggang, terikat, dan dimahkotai duri. Pilatus memeberi isyarat ke arahnya, meminta perhatian orang-orang di bawah, “Ecce homo!” (Lihatlah, orang ini!”). Di bawah lukisan itu Nona Havergal membaca kata-kata ini: “Ini yang telah ku perbuat bagimu; apa yang kau perbuat bagiKu?” Pertanyaan yang menembus jiwa itu menggetarkann hatinya, membuatnya menangis. Lalu ia menemukan secarik kertas dan sebuah pensil dan dengan cepat menciptakan sebuah puisi dengan tema tersebut.

Sekembalinya ke Inggris, Frances Havergal membaca kembali kata-kata yang telah ditulisnya itu. Berpikir kata-kata itu tidak ada manfaatnya untuk disimpan, ia melemparkannya ke perapian. Akan tetapi, aliran udara ke arah bawah secara tiba-tiba meniupkan kertas itu kembali ke dalam ruangan. Kertas itu ditemukan oleh ayahnya yang membaca baris-baris puisi itu dan memberinya semangat agar mengirimkannya untuk diterbitkan. Demikianlah asal usul lagu ini.

Tentu yang dimaksudkan lagu ini bukanlah Tuhan meminta kita untuk membayar pengorbananNya di Kalvari. Hal itu tidaklah mungkin. Keselamatan ditawarkan sebagai pemberian cuma-cuma yang harus diterima dengan iman. Kristus telah membayar harganya secara penuh. Alkitab berkata keselamatan adalah “melalui anugerah” (Efesus 1:3: I Pet 1:3-4)

Apa yang kita lakukan setelah menerima anugerah Allah yang bersifat cuma-cuma bukanlah untuk membayar anugerah itu, tetapi merupakan respon kasih kita kepada anugerah itu. Perbuatan kita berdasarkan anugerah berasal dari hati yang penuh ucapan syukur yang secara bebas merespon apa yang telah Allah kerjakan.

Motivasi perbuatan kita bukanlah kewajiban yang bersifat legalistik. Sebaliknya, ungkapan kasih orang Kristen yang penuh kerelaan memberikan jawaban atas pertanyaan, “Apa yang telah kau perbuat bagiKu? Sudahkah kita menjawab pertanyaan itu?”

NyawaKu Diberikan

Categories: Hymn Stories

I gave My Life to Thee

Author: Gracelia Cristanti