Latest Post

Bila Ku Pandang Salib-Nya

When I Survey the Wondrous Cross

Lagu ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1707 dalam kumpulan hymne untuk Perjamuan Tuhan. Syair lagu ini seringkali dianggap sebagai hymne karangan Isaac Watts yang paling luar biasa. Seorang alhi sastra, yang juga penyair ternama, pernah menyebut lagu ini sebagai nyanyaian terbesar dalam bahasa Inggris. Syair Isaac Watts ini ditulis berdasarkan Galatia 6:4 “Aku sekali-sekali tidak mau bermegah, selai dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” Nyanyian ini kini dilantunkan oleh umat Kristen di seluruh dunia pada saat mereka memperingati penyaliban Tuhan Yesus.

Hymne ini adalah renungan tentang penebusan Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib; Kristus menjadi pusat nyanyian ini walaupun kata “ku” dan “milikku” sering digunakan. Di kayu salib kasih Allah dinyatakan kepada setiap orang percaya, menuntut penyerahan total jiwa, hidup dan semuanya kepada Dia. Nyanyian ini merupakan contoh yang indah bagaimana sebuah syair lagu dapat meringkas teologi yang besar ke dalam beberapa baris kalimat. Tidak diragukan lagi hymne ini adalah salah satu khotbah yang paling luar biasa di sepanjang tradisi Kekristenan.

 

Bila Ku Pandang Salib-Nya

Categories: Hymn Stories

When I Survey the Wondrous Cross

Author: Gracelia Cristanti