Latest Post

Katekismus Heidelberg

P5 (Ketidaksempurnaan Pelaksanaan Hukum Taurat)

Renungan Harian 3 Januari 2021

 

Dapatkah Saudara melaksanakan semua ini dengan sempurna?

Tidak (a), karena menurut kodratku aku cenderung membenci Allah dan sesamaku manusia (b).

 

(a) Roma 3:9-20, 23; 1 Yohanes 1:8, 10. (b) Roma 7:23-24, 8:7; Efesus 2:1-3.

 

Pertanyaan ini membahas tentang pelaksanaan hukum Taurat oleh manusia berdosa. Manusia berdosa tidak mungkin bisa melaksanakannya dengan sempurna, padahal Allah menuntut kesempurnaan. Hal ini menjadikan semua orang gagal dan tidak dapat berkenan kepada Allah. Namun Tuhan Yesus Kristus datang dan taat dengan sempurna di hadapan Allah. Allah berkata tentang Yesus: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Matius 3:17). Kebenaran Kristus yang diperhitungkan kepada diri kita membuat kita memiliki status sebagai orang benar.

Manusia gagal melakukan hukum Taurat dengan sempurna karena secara alami manusia berdosa cenderung untuk membenci Allah dan sesama. Kecenderungan ini sepenuhnya berlawanan dengan tuntutan hukum Taurat. Allah Roh Kudus bekerja dalam hidup umat pilihan sehingga mereka bisa mengasihi Allah dan sesama. Salah satu aspek buah Roh adalah kasih (Galatia 5:22).

Rasul Paulus menulis “tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat” (Roma 3:20a). Kita tidak melakukan hukum Taurat terlebih dahulu agar diselamatkan. Sebaliknya, kita diselamatkan terlebih dahulu sehingga kita bisa melakukan hukum Taurat dengan pertolongan Allah Roh Kudus yang membawa kita semakin dekat dengan kesempurnaan.