Latest Post

Renungan Harian

21 Desember 2020

Katekismus Heidelberg P3 (Pengetahuan akan Dosa)

 

Pert. Dari mana Saudara mengetahui dosa dan sengsara Saudara?
Jaw. Dari hukum Taurat Allah (a).

(a) Rom 3:20, 7:7-25.

 

Pada pertanyaan sebelumnya, penulis katekismus menulis bahwa kita harus mengetahui akan dosa dan sengsara kita sebagai langkah pertama untuk dapat mencapai kebahagiaan. Kita bisa mengetahui tentang dosa dan sengsara dari hati nurani, pengalaman, filsafat, dan sumber-sumber lainnya. Namun satu-satunya sumber yang benar dan tepat adalah Firman Allah sendiri.

Pemerintah menetapkan hukum dan kita harus menaatinya. Kita dianggap sebagai pelanggar hukum ketika kita melanggar hukum yang dibuat pemerintah. Kita tidak boleh membuat hukum kita sendiri dan menganggap itu lebih tinggi atau setara dengan hukum negara. Ini karena pemerintahlah yang memiliki otoritas untuk membuat dan menegakkan hukum negara. Pemerintahlah yang memiliki otoritas untuk menetapkan apa yang benar atau salah secara hukum di suatu negara.

Allah adalah Otoritas Tertinggi dari segala sesuatu. Ia menciptakan kita manusia dan menetapkan apa yang manusia boleh atau tidak boleh lakukan. Ketika kita dikatakan berdosa, itu berarti kita melanggar perintah atau hukum Tuhan. Allah-lah yang menetapkan hukum yang bersifat universal dan absolut.

Jadi bagaimana kita mengetahui apakah kita telah melanggar hukum Allah (berdosa) atau tidak? Kita mengetahui hal ini dari Alkitab yang Tuhan nyatakan kepada kita. Tidak ada sumber lain yang sama absolutnya. Karena itulah orang Kristen harus membaca dan mendalami Alkitab.